JOGJA – PSIM Jogja kembali menjalin kerjasama dengan penyedia apparel asal Spanyol, Kelme untuk Liga 2 musim 2018. Kerjasama tersebut menjadi yang ketiga kalinya berturut-turut sejak 2016 lalu.

Kelme Indonesia melalui CV Elang Putra Indonesia mengatakan, PSIM adalah tim pertama yang disponsori Kelme. Berkat PSIM, Kelme menjadi dikenal oleh para suporter sepakbola di Indonesia. “Tahun pertama hanya PSIM, tahun kedua bertambah jadi 4 tim, sekarang 10 tim,” kata Direktur Bisnis dan Marketing Kelme Sony Agus Santoso.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kontrak kerja sama PSIM dengan Kelme disebut-sebut mengalami peningkatan. Yakni tahun ini mencapai Rp 300 juta. Selain itu, sesuai masukan suporter harga jual jersey PSIM juga akan mengalami penurunan.

Harga jersey authentic yang sebelumnya Rp 400 ribu, turun menjadi Rp 300 ribu. Sedangkan jersey replika yang musim lalu Rp 250 turun menjadi Rp 150 ribu. “Kualitas bahan tetap sama, namun kami turunkan harganya dengan harapan bisa mendongkrak jumlah penjualan musim ini,” kata Sony.

Pihaknya menyebut, tren penjualan jersey PSIM dari musim ke musim terus meningkat. Dari kisaran 1000an di tahun pertama, meningkat menjadi 2000an di musim kedua. Dia berharap, dalam kerjasama ketiga bisa menjual hingga 5 ribu jersey.

Di samping menurunkan harga, sistem penjualan tidak lagi terfokus di PSIMStore. Namun juga akan jemput bola hingga ke level laskar-laskar. Untuk tahap pertama, fans sudah bisa memesan jersey melalui pre-order untuk 500 jersey pertama. Selanjutnya, produksi besar akan digeber dua pekan setelah kickoff Liga 2 dimulai.

Mengenai desainnya, PSIM menyediakan empat varian jersey yakni warna biru untuk home, putih untuk tandang, lalu kuning dan merah muda sebagai jersey ketiga dan penjaga gawang. Adapun coraknya, masih akan menyematkan motif batik parang. “Namun ada tambahan corak sisik Naga Jawa, logo Tugu Jogja dan sayap seperti lambang PSIM di pinggir jersey,” paparnya.

Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru mengatakan, Kelme dipilih melalui pertimbangan banyak aspek dibandingkan beberapa apparel yang mengajukan menjadi sponsor PSIM. Selain nilai kerjasama yang dinilai menguntungkan, produk Kelme lengkap dan nyaman bagi pemain. “Semoga dengan kerjasama ini suporter di semua lapisan bisa mempunyai jersey PSIM dan memberikan pemasukan bagi klub,” tuturnya.

Selain Kelme, ikut juga dalam kerjasama tersebut adalah merk pakaian casual Oxygen. Dengan nilai kerjasama mencapai Rp 200 juta, seluruh tim PSIM juga akan mendapatkan suplai kemeja, celana, dan kaos merk Oxygen untuk setiap acara santai PSIM. (riz/din/mg1)