MAGELANG – Darwo Wibowo, 43, yang tinggal di Perum Tidar Indah, Kelurahan Magersari, Kota Magelang, memiliki usaha aksesoris army (tentara) sejak tahun 2006. Produknya berbagai macam, mulai gantungan kunci, miniatur tentara, tas, stiker, plakat, hingga patung.

Masyarakat dari berbagai daerah telah menikmati hasil usaha ini. “Pemesan produknya tidak hanya dari Magelang seperti Akademi Militer (Akmil), tapi juga luar daerah, bahkan luar pulau. Kami ingin masyarakat luas lebih mengenal usaha ini,” kata Darwo Rabu (28/3).

Upaya lebih mengenalkan produk dari usaha masyarakat dilakukan Pemkot Magelang. Melalui bagian humas mereka melakukan terobosan dengan program “Blusukan UMKM”, yang menggandeng pewarta dari berbagai media massa.

“Ini perdana dan kami ambil usaha itu karena produksi aksesoris tentara ini salah satu UMKM unggulan yang dimiliki Kota Magelang. Masyarakat luas perlu mengetahui usaha ini, sekaligus meningkatkan kepopuleran bisnisnya,” tutur Kasubag Peliputan dan Pemberitaan Humas Setda Kota Magelang Anggit Pamungkas.

Darwo yang berasal dari Brebes berharap dengan program itu publikasi produknya bisa terbantu, sehingga usahanya makin populer. Meskipun usaha yang digelutinya ini sebenarnya sudah memiliki banyak konsumen dari dalam dan luar kota, khususnya dari kalangan militer.

“Dari awal usaha langsung jalan. Bahkan sekarang kewalahan menerima pesanan, karena pesanan satu belum selesai sudah ada pesanan lagi. Kebanyakan dari instansi militer,” jelasnya.

Menurut Darwo, usaha ini pada dasarnya masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena bagian dari seni. Hanya saja, sejauh ini baru ia yang menggelutinya dengan jumlah pekerja 15 orang dan menghasilkan omzet bersih sampai Rp 1 juta per hari.

“Orang lain yang ingin mulai bisnis ini bisa saja dapat berkembang cepat. Saya sendiri justru senang kalau ada orang lain yang ingin belajar, bahkan menggelutinya, karena prinsip saya yang penting Magelang ini ramai. Kalau usaha ini ramai, otomatis banyak orang yang ke Magelang,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Monev dan Fasilitasi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Hety Kusumawati mengutarakan, usaha yang digeluti Darwo ini memang satu-satunya produksi aksesori militer berbahan dasar fiber di Kota Magelang.

“Dari kualitas tidak diragukan lagi dan selalu menjadi unggulan. Hanya saja, memang masih terkendala pekerja, terutama yang asli Kota Magelang. Kami harap pekerja asali kota bisa terserap lebih banyak,” harap Hety. (dem/laz/mg1)