SLEMAN – Pemerintah Kecamatan Depok bersama pengelola Pasar Stan Maguwaharjo mengambil langkah tegas. Para pedagang yang masih ngeyel berjualan di badan jalan dipaksa mundur. Setidaknya lima kios buah sisi timur dipaksa masuk ke dalam.

Kasi Trantib Kecamatan Depok Aris Widiayantara mengungkapkan, sebelumnya ada kesepakatan bersama. Diawali dengan diskusi pada 7 Februari, berlanjut turunnya kesepakatan 14 Februari. Para pedagang harus mundur dari badan jalan paling lambat 28 Februari.

“Tapi hingga saat ini kesekpatan itu tidak dijalankan. Awalnya ada tujuh kios, tapi dua kios sudah membongkar sendiri. Sisanya kami berikan tindakan tegas hari ini (kemarin),” tegasnya ditemui di sela-sela operasi, Rabu (28/3).

Aris menuturkan, para pedagang menggunakan trotoar sebagai media berjualan. Sementara untuk parkir memanfaatkan bahu jalan. Alhasil terjadi penumpukan kepadatan di utara lampu lalu lintas Pasar Stan. Keluhan kemacetan ini juga terpantau di layanan aplikasi Lapor Sleman milik Pemkab Sleman.

Para pedagang, lanjutnya, menutup trotoar dengan semen. Media ini selanjutnya yang dimanfaatkan oleh mereka untuk memajang barang dagangan. Pembongkaran dilakukan oleh petugas keamanan pasar, trantib desa dan kecamatan hingga Satpol PP Sleman.

“Harusnya untuk pejalan kaki tapi malah untuk jualan. Sudah diberi tanda dengan cat semprot batas untuk berjualan, wajib dipatuhi,” ujarnya.

Pengelola Pasar Stan Kasidi, 49, tidak menampik penataan menjadi polemik. Setidaknya pendekatan telah dilakukan jauh-jauh hari. Hanya, kesepakatan tidak segera diterapkan. Alhasil masih ada pelanggaran trotoar dan badan jalan.

Pendekatan tidak hanya dilakukan kepada pedagang pasar. Pihaknya juga meminta para penguasa lahan berpikir jauh ke depan. Terutama terkait akses jalan yang semakin ramai.

Untuk saat ini penataan masih menyasar sisi timur. Ke depannya pedagang sisi selatan juga akan ditata. Terlebih kerap terjadi penumpukan pedagang di sisi selatan. Semakin tidak nyaman karena hampir separuh jalan dipakai berjualan dan parkir kendaraan.

Salah seorang pedagang Rubinem, 47 mengaku tidak keberatan. Dia siap memundurkan los berjualannya ke sisi utara. Pedagang sisi selatan ini menyadari los tempatnya berjualan berdekatan dengan jalan raya. (dwi/ila/mg1)