GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwistaa (Dispar) Gunungkidul tidak pasang target kunjungan wisata muluk-muluk pada libur panjang akhir bulan Maret. Cuaca yang tidak menentu menjadi pertimbangan tersendiri.

Sekretaris Dispar Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan tingginya intensitas hujan dikhawatirkan terus berlangsung hingga libur panjang nanti. Diperkirakan akan ada 50.000 kunjungan wisatawan.

“Biasanya pada akhir pekan jumlah kunjungan mencapai 30.000 wisatawan,” kata Hary Rabu (28/3).

Namun Hary optimistis jumlah kunjungan wisatawan dapat mencapai target. Kawasan pantai yang selama ini menjadi lokasi berlibur paling favorit diharapkan mampu menyumbang kunjungan hingga 80 persen.

“Untuk memberikan kenyamanan wisatawan, kami telah berkordinasi dengan kepolisian maupun Dinas Perhubungan (Dishub) mengantisipasi kemacetan lalu lintas,” ujar Hary.

Kepala Dishub Gunungkidul Syarief Armunanto memprediksi kepadatan arus lalu lintas masih landai. Pertimbangannya, karena masih hari H ibadah untuk umat kristiani, umat muslim juga masih ibadah salat Jumat.

“Untuk Sabtu dan Minggu, kemungkinan meningkat 40 persen dari hari libur biasa,” kata Syarief.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul itu juga sudah mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dengan menerjunkan personel sebagai bantuan pengaturan lalu lintas dan pengamanan di jalur rawan jalur menuju tempat wisata.

“Kami menyiapkan unit untuk stand by antisipasi gangguan traffic light dan fasilitas jalan,” ujar Syarief.

Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono mengatakan cuaca di Pantai Selatan cerah kemarin. Aktivitas nelayan normal dan wisatawan dapat menikmati liburan.

“Akan tetapi, untuk akhir pekan nanti kami menerima pemberitahuan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengenai antisipasi cuaca ekstrem,” kata Marjono.

Diinformasikan bahwa libur panjang nanti ada potensi hujan tinggi disertai dengan kenaikan gelombang laut. Sebagai antisipasi, pihaknya terus mengingatkan wisatawan dan nelayan meningkatkan kewaspadaan.

“Cuaca bisa berubah sewaktu-waktu, lebih baik kita berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” kata Marjono. (gun/iwa/mg1)