MUNGKID – Ingin sehat, tetapi malah harus dirawat di RSUD Muntilan. Nasib itu dialami 10 orang warga Dusun Ngloning, Senden dan satu warga Dusun Treko III, Treko, Mungkid, Kabupaten Magelang. Mereka keracunan setelah mengonsumsi jamu tradisional jenis uyup-uyup, yang biasa diminum oleh ibu hamil (bumil) dan menyusui.

“Mereka keracunan setelah minum jamu gendong jenis uyup-uyup yang biasa dijual keliling kampung oleh SW, 56, warga Dusun Treko III, Treko, Mungkid, Kabupaten Magelang,” kata Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo didampingi Kapolsek Mungkid AKP Supriyono Selasa (27/3).

Ke-11 pasien itu adalah Anik Trianingsih, 37; Santi Rahmawati, 27; Lusia Afriani, 23; Haryanti, 35; dan Ida Riwayati, 33. Kemudian Indah Saputri, 22; Dias Tri Yuliani, 29; Napsiah, 30; Saidah, 35; Sarwati, 25; yang keseluruhannya warga Dusun Ngloning. Ditambah Maesaroh, 28, warga Treko III.

Salah satu dokter penyakit dalam di RSUD Muntilan, dr Syamsul, membenarkan adanya 11 pasien inap yang dirawat di Bangsal Mawar, sejak Senin (26/3) sore. Mereka tidak parah, tetapi ada beberapa yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena mengalami gejala tremor atau kejang-kejang. Adapun gejala-gejala yang dialami pasien ketika dibawa ke rumah sakit mual, muntah, diare, nyeri perut, dan lainnya, yang merupakan gejala keracunan.

“Seluruhnya ibu rumah tangga dan sebagian besar menyusui. Rawat inap semua, karena perlu kami evaluasi dulu. Soal tremornya, itu karena jamu atau yang lain kami masih evaluasi, karena infonya mereka sudah sempat minum obat tertentu setelah minum jamu,” tutur Syamsul.

Samsul mengaku tidak begitu tahu jamu yang diminum para pasien. Hanya saja pasien menyebutkan jamu itu adalah jamu harian yang biasa dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Sejauh ini penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit adalah penanganan pertama untuk mengatasi kegawatan. Mulai penanganan mual, muntah, dan juga tes lambung untuk mengatasi kemungkinan jika masih ada racun di lambung.

Ditambahkan Gendah, bidan Desa Senden, ia sempat memeriksa dua pasien yang mengalami muntah, lemas, dan tensi tinggi.”Saya memeriksa dua orang, salah satunya mengalami gejala kejang-kejang. Keduanya kemudian dikirim ke RSUD Muntilan. Setelah itu saya dengar ada warga lain yang mengalami gejala sama, langsung saya suruh untuk dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya

Gendah juga membenarkan para pasien yang mengalami gejala keracunan itu mengaku sempat meminum jamu uyup-uyup.Saat ini sudah tidak ada lagi laporan adanya warga yang mengeluhkan gejala keracunan.

“Mereka memang sudah langganan jamu itu, penjualnya juga sudah 26 tahun menjajakan jamu tradisional. Jamunya dari daun pepaya dan temugiring,” urainya.

Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman dan telah melakukan pemeriksaan terhadap penjual jamu, serta beberapa saksi. Petugas juga telah mengamankan barang bukti berupa lumpang dan alu, serta botol jamu sebanyak 10 botol. Termasuk sisa jamu yang diminum guna penyelidikan.

“Kami juga kirim sisa jamu lainnya ke laboratorium guna mengecekan dari Dinas Kesehatan,” tandas Supriyono. Kemarin siang, para korban sudah tidak lagi mengeluhkan mual dan pusing. Mereka hanya tiduran sembari menunggu observasi dari pihak medis.

“Kami sudah biasa dan berlangganan dengan mbok jamu itu sejak 26 tahun lalu dan tidak pernah ada masalah,” ungkap salah seorang korban. (dem/laz/mg1)