Djoko Susilo SUKARNI MEGAWATI/RADAR JOGJA)

JOGJA-Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Senin (26/3). UNJANI menempati lokasi di Jalan Siliwangi Ring Road Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman. UNJANI merupakan penggabungan STMIK dan STIKES Jenderal Achmad Yani.

Pendirian UNJANI sebagai upaya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu juga sebagai upaya untuk menampung lebih banyak lagi Keluarga Besar TNI AD dalam memperoleh pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. “Bentuk universitas memberikan peluang yang besar dalam menampung KBAD,” ungkap Ketua Yayasan Kartika Eka Paksi Mayjend Purn Adi Mulyono.

Bersamaan dengan peresmian ini, UNJANI juga meresmikan penambahan prodi baru. Sehingga saat ini memiliki 16 prodi dari tiga fakultas. Pertama, Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi terdiri dari enam prodi yakni Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Industri, dan Bio Kewirausahaan.

Kedua, Fakultas Kesehatan, terdiri dari Prodi Keperawatan, Kebidanan, Perekam dan Informasi Kesehatan, Bank Darah, Profesi Ners, dan Farmasi. Ketiga, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial terdiri atas Prodi Akuntansi, Manajemen, Ilmu Hukum,

MONUMEN: KSAD Jenderal TNI Mulyono menandatangani prasasti peresmian UNJANI. (SUKARNI MEGAWATI/RADAR JOGJA)

dan Psikologi.

Kampus UNJANI saat ini berada di dua tempat yang berbeda. Kampus satu berada di kampus eks-STMIK Jenderal Achmad Yani Jogjakarta dan kampus dua berada di eks-STIKES Jenderal Achmad Yani Jogjakarta. Jumlah mahasiswa aktif UNJANI saat ini sudah mencapai 1.746. Mereka merupakan gabungan kedua kampus UNJANI. “Saya berharap, tahun ajaran 2018/2019 ini, jumlah mahasiswa dapat menembus dua ribu hingga tiga ribu,” kata Koordinator Kopertis Wilayah V DIJ Bambang Supriyadi.

Menurutnya, usaha keras para pengurus dan pengelola UNJANI tentu diperlukan untuk memromosikan guna meningkatkan jumlah mahasiswa.

KEBERSAMAAN: KSAD, jajaran pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi, dan tamu undangan berfoto bersama usai peresmian UNJANI. (SUKARNI MEGAWATI/RADAR JOGJA)

Selain itu, percepatan akreditasi harus segera dipercepat. Karena bisa menjadi daya tarik untuk meningkatkan calon mahasiswa, baik di daerah maupun di luar daerah serta seluruh Indonesia. “Agar Jogjakarta sebagai Kota Pendidikan mampu membantu masyarakat secara keseluruhan lewat lulusan yang baik dan berkualitas,” tegasnya.

Menurut Pembina Yayasan Kartika Eka Paksi, KSAD Jenderal TNI Mulyono peresmian ini merupakan implementasi dan komitmen TNI AD untuk berpartisipasi serta kontribusi yang bermanfaat bagi pendidikan Indonesia. Mulyono mengapresiasi komitmen Kemenristek Dikti dan segenap pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi terbitnya izin pembukaan UNJANI.

Menurutnya, optimisme terhadap masa depan Indonesia harus terus dibangun dan digelorakan pada diri generasi muda. Peresmian UNJANI sebagai bentuk nyata partisipasi TNI AD membangun pendidikan nasional. Agar anak-anak Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang terus meningkat dan mampu bersaing, serta unggul dari negara lainnya.

Rektor UNJANI Djoko Susilo mengatakan, pihaknya memberikan kebijakan khusus bagi Keluarga Besar Angkatan Darat (KBAD). Yakni, subsidi biaya pendidikan 25 persen. Selain itu juga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. “UNJANI tidak hanya berfokus kepada KBAD, namun juga mahasiswa dari seluruh Indonesia,” tegasnya.

Menurut Djoko Susilo, universitas ini dinamakan Achmad Yani bukan tanpa alasan. Nama ini digunakan agar mahasiswa mencontoh semangat juang Jenderal Achmad Yani seperti kerja keras, tekun, ulet dan pantang menyerah. Sehingga, setiap prodi diberikan mata kuliah khusus tentang nilai-nilai kejuangan, keteladanan dan sosok Achmad Yani.(cr2/din/mg1)