BANTUL – Di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Probosutedjo dilahirkan 87 silam. Di kampung kelahirannnya ini pula adik tiri Presiden ke-2 RI Soeharto itu dimakamkan. Probosutedjo meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Senin (26/3) pagi. Setelah selama 20 tahun terakhir berjuang melawan kanker tiroid yang menyerang tubuhnya. Jenazah Probosutedjo sampai di rumah duka tadi malam sekitar pukul 19.30. Lalu segera diusung ke Kompleks Makam Soemenggalan setengah jam kemudian. Sebelum dimakamkan, jenazah disalatkan di kompleks makam. Dua putri Presiden Soeharto tampak hadir mengiringi jenazah Probosutedjo, yakni Siti Hediati Haryadi (Titik Soeharto) dan Siti Hutami Endah Adiningsih (Mamiek Soeharto).

Jenazah Probosutedjo dimakamkan di samping makam ayahnya, Armo Pawiro. “Soemenggalan dikenal juga sebagai kompleks makam pejuang Kemusuk,” ungkap tokoh masyarakat Kemusuk Widarta di sela prosesi pemakaman.

Dikatakan, ada 202 pejuang yang dimakamkan di Soemenggalan. Kompleks makam ini memang menjadi peristirahatan terakhir bagi para pejuang Kemusuk yang gugur saat perang kemerdekaan Agresi Belanda kedua pada 1948-1949.

“Soemenggalan diambil dari nama Wongso Menggolo. Pendiri Kemusuk,” tutur Widarta menceritakan asal-usul sejarah Soemenggalan.

Tenda berwarna putih telah berdiri terbentang di kompleks makam dan rumah duka. Demikian pula di halaman Museum Memorial H.M. Soeharto.

Kiriman karangan bunga pun terus berdatangan. Di antaranya dari Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dan bupati-wakil bupati Bantul.

Kepergian Probosutedjo meninggalkan duka mendalam bagi warga Kemusuk. Bagi warga setempat, Probosutedjo dikenal sebagai sosok bersahaja dan dermawan. Juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kampung kelahirannya. Bahkan, kemajuan Kemusuk selama ini tak lepas dari sentuhannya.

“Dulu Kemusuk paling maju di antara dusun-dusun yang lain,” ujar Dukuh Kemusuk Ngadiyono.

Di antara sentuhan Probosutedjo yang paling kentara adalah berbagai lembaga pendidikan di Desa Argomulyo. Mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Juga Museum Memorial H.M. Soeharto.

“Banyak warga sini yang disekolahkan oleh beliau,” ujarnya.(zam/yog/mg1)