JOGJA – Teater Puspanegara SMAN 5 Jogja sukses menggelar Opera Ular Putih. Acara tersebut diadakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada Sabtu (24/3) malam.

Ular Putih merupakan adaptasi dari naskah karya Nobertus Riantiarno dari Teater Koma. “Naskahnya menarik, banyak intrik dan kritik yang bagus untuk disampaikan ke banyak pihak,” ujar sutradara Muhammad Thohir Yudha.

Mereka ingin menyebarkan pesan bahwa harus bijak melihat orang lain. Ada yang terlihat buruk namun aslinya baik. Ada juga yang terlihat baik namun ternyata buruk.

Pementasan tersebut sudah disiapkan sejak September 2017 dengan pemilihan naskah. Dilanjutkan casting pada Oktober, reading Desember, diteruskan blocking, latihan sampai Maret 2018.

Kesuksesan acara tersebut terlihat dari penuhnya TBY dengan penonton yang antusias menonton opera. “Rasanya senang akhirnya bisa terealisasi,” ujar pimpinan produksi Fajar Nurrahman.

Teater Puspanegara sudah tiga kali mementaskan pagelaran tunggal. “OSIS maupun sekolah sangat mendukung,” kata Fajar.

Dia bersyukur alumni masih banyak ikut campur tangan membantu adik-adiknya. “Ikatan dengan alumni masih sangat dekat. Jadi sangat terbantu,” katanya.

Opera Ular Putih bercerita tentang seorang siluman ular putih yang ingin menjadi manusia. Setelah bertapa, keinginannya menjadi manusia dikabulkan dewa karena kebaikan yang ada di dalam dirinya. (sde/iwa/mg1)