Di era millennial konsep sharing economy menjadi populer karena sinergi menjadi salah satu formula untuk mencapai tujuan perusahaan dan perusahaan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai, kemandirian, serta kesejahteraan bersama. JNE menyadari hal tersebut dan terus membuka diri serta menjalin kerjasama strategis dengan berbagai pihak, baik bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata mau pun budaya. Salah satu wujud kerjasama strategis tersebut adalah dengan melakukan kolaborasi dengan komunitas-komunitas di Yogyakarta, salah satunya komunitas UKM.

Pada Kamis (22/3), acara mentoring bisnis rutin pekanan Jogja Berdaya, untuk pertama kalinya digagas untuk digelar di Aula Kantor JNE Gambiran yang berada di Jl. Gambiran No. 26 Yogyakarta oleh penyelenggaranya yaitu Serikat Saudagar Nusantara Yogyakarta. Jogja Berdaya dirintis pada September 2017 lalu, dan tiap minggunya
topik yang dibahas serta narasumbernya berbeda – beda. Acara kali ini adalah yang ke-26 kalinya, dan Angga Solixin sebagai seorang Digital Marketer, menjadi pembicara serta membagikan tips bagaimana melejitkan omset dengan pemasaran melalui instagram.

Muhammad Ali Fikri salah satu pengurus Jogja Berdaya yang juga Koordinator Serikat Saudagar Nusantara mengatakan bahwa program ini adalah inisiatif komunitas pelaku usaha di berbagai kota untuk memberdayakan satu sama lain. Berawal dari mentoring bisnis pekanan di Bogor, program berlanjut dan merambah ke kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Samarinda, Cirebon, Kutai Kartanegara, Kebumen, Jember serta Yogyakarta. “Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Jadi, bagi siapapun yang ingin hadir silahkan melakukanpendaftaran secara online atau menghubungi pengurus. Sampai jumpa dalam Jogja Berdaya minggu berikutnya yaitu pada Kamis 29/3 dengan narasumber yang berbeda”, ujar Fikri dengan semangat.

Pada hari yang sama, JNE Yogyakarta juga turut serta dalam acara Bantul Economy Creative Showcase: Be Creative or Else yang diselenggarakan di Kampung Batik Giriloyo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Dalam acara tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Bantul mengadakan talkshow dengan tema inovasi Ekonomi Kreatif Melalui Desa Wisata serta Industri Kriya Kabupaten Bantul. Kepala Diskominfo Bantul Nugroho Eko Setianto, mengatakan acara ini dilaksanakan untuk menyebarkan fakta bahwa Bantul merupakan satu dari 15 kabupaten kreatif di Indonesia berdasarkan penilaian Badan ekonomi Kreatif (Bekraf).

Adi Subagyo, Branch Manager JNE Yogyakarta dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa JNE dan UKM harus terus bersinergi agar dapat maju bersama karena keduanya memegang peranan penting dalam sistem e-commerce. Kemajuan industri kreatif di Yogyakarta, terbukti dari jumlah pengiriman JNE yang meningkat, khususnya yang dikirim keluar dari Yogyakarta ke berbagai tujuan.

Adi pun mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan di berbagai bidang untuk memberikan banyak kemudahan bagi UKM yang menggunakan jasa layanan JNE. Disamping terus melakukan perluasan jaringan guna mempermudah pelanggan dalam menemukan titik layanan JNE, Adi juga menginstruksikan sales
counter di wilayahnya untuk dalam melayani fasilitas pick up atau jemput paket tanpa tambahan biaya. Selain itu, Adi juga menginformasikan bahwa kini JLC (JNE Loyalty Card), yang telah bertransformasi menjadi e-card, dapat digunakan di semua sales counter di Yogyakarta sehingga peluang para member-nya untuk mendapatkan benefit dari setiap aktifitas pengiriman semakin besar.