SLEMAN – Program pembangunan nasional di Papua turut berimbas pada mahasiswa yang belajar di DIJ. Mereka saat ini fokus belajar kelak sebagai modal demi membangun daerah Papua. Pandangan itu diungkapkan salah satu mahasiswa Papua Demianus Manibury.

Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Janabadra ini menampik kabar pembangunan tidak merata. Menurut dia, pembangunan di bumi Cendrawasih sudah meningkat drastis. Terbukti proyek infrastruktur terus dikebut dan memberikan hasil.

“Tapi yang masih menjadi catatan adalah pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Jadi kami yang di Jogja terus giat belajar agar bisa membangun tanah kelahiran kami,” jelasnya dalam sarasehan pembangunan di Papua di sebuah rumah makan di Jalan Palagan Tentara Pelajar Sleman baru-baru ini.

Diakui, SDM di Papua belum merata dalam berbagai aspek. Padahal sektor ini sangat penting untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur. SDM menurutnya adalah sektor pengisi dan penentu suksesnya pembangunan.

Sebagai anak Papua dirinya memastikan program nasional benar-benar terealisasi. Program pembangunan tidak hanya sekadar wacana. Salah satu yang sangat vital adalah pembangunan jalur trans Papua sepanjang ribuan kilometer.

“Selama ini akses jalan itu sangatlah susah. Konturnya perbukitan dan ini menyusahkan untuk transportasi darat. Pembangunan akses jalan itu mempermudah semua moda transportasi. Tidak hanya perekonomian tapi juga akses pendidikan dan kesehatan,” ujar warga Kabupaten Waropen Papua ini.

Dalam kesempatan itu dia mengajak pelajar dan mahasiswa asal Papua giat belajar. Berdasarkan data 2016, ada sekitar 4.000 pelajar dan mahasiswa Papua di Jogjakarta. Saat ini dia juga membuat program untuk tanah Papua. Salah satunya dengan program 1.000 sepatu untuk setiap kabupaten. Harapannya keinginan membangun dan menyejahterakan daerah dapat terwujud. (dwi/kus/mg1)