DALAM sebulan ini Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY telah tiga kali mengadakan kegiatan bedah buku di Gunungkidul. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Ini terlihat dari partisipasi masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Bedah buku diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Kali ini buku yang dibedah terkait budi daya sayuran,” ungkap Kepala Sub Bidang Deposit Pengelolaan Bahan Pustaka BPAD DIY Muhammad Rosyid Budiman di Balai Desa Banyusoco, Playen, Gunungkidul, Senin (26/3).

Rosyid mengatakan, ada 48 desa yang disasar dalam program bedah buku tersebut. Adapun materinya disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.

Kepala Desa Banyusuco Sutiyono menilai, buku karya WD Herawati yang mengupas budi daya sayuran sangat tepat dengan kondisi desanya. Sebab, sejak beberapa waktu lalu Desa Banyusoco tengah mengembangkan wisata edukasi pertanian.

“Harapannya dengan bedah buku dapat bersinergi,” ucapnya.

Dia ingin budi daya sayuran di desanya mendapatkan dukungan pemerintah daerah. Selama ini warga Banyusoco memanfaatkan pekarangan untuk kegiatan pertanian. Termasuk budi daya sayuran. Karena itu, program bedah buku tak hanya sekali dan setelah itu terhenti.

Sutiyono ingin ada sinergi dan dukungan dari instansi terkait lainnya diperlukan. “Itu yang diharapkan warga, ada program atau kegiatan lanjutan. Jika dioptimalkan, program lanjutan setelah bedah buku diharapkan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” harap mantan dukuh ini.

Karena desanya sedang fokus di pertanian, diharapkan dukungan dari pemerintah juga terkait dengan kegiatan pertanian. Bentuknya bisa bantuan, penyuluhan ataupun pendampingan kepada warganya.

“Kami juga memiliki potensi lebah madu dan ulat sutra. Semua potensi itu juga kami kembangkan,” lanjut Sutiyono.

Anggota Komisi D DPRD DIY Nandar Winoro bertindak sebagai salah satu pembedah. Dia setuju dan mendorong pemerintah agar merespons program lanjutan bedah buku. Khusus Desa Banyusoco diarahkan pada pengembangan budi daya sayuran. “Bantuan bisa berupa bibit dan lainnya,” tutur Nandar. (gun/kus/mg1)