PURWOREJO – Daftar pemilih sementara (DPS) yang dipasang di balai desa atau tempat-tempat strategis lainnya layak dicermati masyarakat. Panitia Pengawas Pemilhan Umum (Panwaslu) Kabupaten Purworejo meminta masyarakat ikut memantau untuk memastikan seluruh warga yang telah memiliki hak suara telah masuk dalam daftar.

“Kami melihat masih ada banyak masyarakat yang belum terdaftar karena belum melakukan rekam data e-KTP. Makanya jika ada yang belum rekam data segera melakukan, dan yang belum masuk DPS bisa melaporkan diri,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Rinto Hariyadi
Senin (26/3).

Panwaslu telah melangkah dengan membuka posko pengaduan bagi masyarakat di tingkat kecamatan. Pembukaan posko itu seiring dengan pemasangan DPT yang ada di tingkat desa mulai Sabtu (24/3) hingga Senin (2/4) mendatang. “Adanya posko ini kita harapkan akan membantu warga yang belum tercantum dalam DPS,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan, pencermatan daftar pemilih sementara oleh warga merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mengawasi tahapan Pilkada Jateng 2018. “Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan daftar pemilih ini akan sangat membantu penyelenggara pemilu guna tersusunnya daftar pemilih yang akurat,” ujarnya.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Purworejo Anik Ratnawati menambahkan, masih banyak warga Purworejo yang meskipun sudah masuk DPS tapi belum melakukan perekaman data e-KTP. Setidaknya data di KPU Purworejo ada 13.008 jumlah pemilih.

“Data itu muncul saat rapat pleno terbuka KPU Purworejo tentang rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran dan penetapan daftar pemilih sementara. Jumlah warga yang belum rekam KTP elektronik cukup banyak,” kata Anik.

Ia meminta Disdukcapil agar melakukan perekaman KTP elektronik di semua kecamatan untuk memudahkan warga yang belum rekam. Mekanismenya bisa bekerjasama dengan kepala desa/lurah dan camat agar mau mengumpulkan warga yang belum rekam di kantor kecamatan. (udi/laz/mg1)