SLEMAN – Aktor Baim Wong turut memeriahkan gelaran Jogja Fashion Festival (JFF) 2018 di Ambarrukmo Plaza lewat produk batik Wong Jogja. Dengan karyanya itu, Baim berharap ciri khas Jogja terus lestari. “Batik kan bagian dari budaya, jadi harus dijaga ciri khasnya,” ungkap Baim Minggu (25/3).

Show JFF bertema Mixology terbagi dua sesi. Sesi pertama mengangkat subtema “Pattern & Fabric” menampilkan 12 kolaborasi desainer. Di antaranya, Dimas Adi Febriyanto, yang mengusung tema “Bahagia”. “Inspirasiku dari origami, fesyen ibarat seni melipat kertas yang menghasilkan berbagai bentuk,” ucapnya.

Origami juga sebagai simbol harapan dan doa. Busana pria dengan dominasi warna biru muda menggambarkan kehalusan dan biru navy merepresentasikan ketegasan. Karya Dimas berupa kombinasi katun, jins, jaguard, dan kain tradisional Indonesia yang dibentuk seperti kimono, hingga jaket bomber. Sentuhan sepatu Sneakers makin menguatkan kesan anak muda dalam penampilan ini.

Berbeda dengan Rita Utami Sari yang membuat koleksi busana cocktail warna-warni bermotif bunga. Delapan outfit yang ditampilkan terinspirasi nuansa musim semi di Florence, Italia. “Segmen ini anak muda usia 18-30 tahun,” jelasnya. Kesan feminin kekinian tampak dari nuansa warna merah muda, ungu, dan clove.

JFF 2018 ditutup penampilan karya Anne Avantie bertema “Indonesia Mahardika”. Anne menggandeng Miss Grand Internasional 2016 Ariska Putri Pertiwi sebagai modelnya.

Selama tiga hari JFF 2018 dimeriahkan 500 outfit karya 72 desainer dan tenant. (cr3/yog/mg1)