KULONPROGO – PT Jasa Raharja (Persero) menyadari belum semua masyarakat mengetahui dan memahami tugas pokok dan fungsinya. Terutama mereka yang tinggal jauh dari perkotaan. Masih banyak warga kebingungan biaya perawatan medis ketika mengalami kecelakaan lalu lintas. Padahal, undang-undang menjamin setiap korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum. Mereka berhak mendapatkan santunan, kecuali kecelakaan tunggal.

“Biaya perawatan maksimal Rp 20 juta,” jelas Penanggung Jawab Humas PT Jasa Raharja DIJ Aryo W. Kusumo di sela sosialisasi “Budaya Tertib Berlalu Lintas dan Tata Cara Pengurusan Santunan Kecelakaan Jasa Raharja” di Balai Desa Jatirejo, Lendah, Kulonprogo, Sabtu (24/3).

Acara tersebut diikuti karang taruna, tokoh masyarakat, pelajar, dan perangkat desa se-Kecamatan Lendah. Turut hadir Camat Lendah Anta Suwawu dan Kepala Desa Jatirejo Rustipin.

Penumpang kendaraan angkutan umum seperti bus, taksi, kapal penyeberangan, atau pesawat terbang juga berhak mendapatkan santunan jika mengalami kecelakaan. Setiap tiket yang dibeli include premi Jasa Raharja.

Jasa Raharja bekerja sama dengan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di Jogjakarta. Seperti RSUP Dr Sardjito, RS PKU Muhammadiyah, RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS Panti Rini, RSUD Jogja, RSUD Panembahan Senopati Bantul, RSUD Sleman, dan RSUD Kulonprogo.

“Jadi, setiap korban kecelakaan tak perlu memikirkan biaya. Pihak rumah sakit yang akan menagihkan biaya perawatan ke Jasa Raharja,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Kasi Dikmas Subdit Dikyasa Ditlantas DIJ Kompol Umi Haryanti SSos meminta para orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak di bawah umur mengendarai sepeda motor atau mobil. Emosi anak sering tak stabil, sehingga dapat membahayakan dirinya dan orang lain.

“Kalau ke sekolah mohon sempatkan diantar. Sayangi nyawa anak-anak kita demi masa depan mereka,” tutur Umi didampingi Kanit 2 Subdit Dikyasa Ditlantas Polda DIJ AKP Slamet Subiyantoro.

Ketua Karang Taruna Desa Jatirejo Ngudi Prasetya berterima kasih atas terselenggaranya sosialisai tersebut. Baginya, sosialisasi itu sangat penting. Sebab, masih banyak Lendah yang belum tertib berlalu lintas maupun memahami tata cara mengurus santunan kecelakaan.

“Informasi ini akan kami teruskan kepada masyarakat. Supaya angka kecelakaan berkurang dan tidak ada lagi nyawa melayang karena kelalaian saat berkendara,” katanya. (mar/yog/mg1)