BANTUL – Pertandingan bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) series pertama PBSI DIJ 2018 di GOR Pleret dimulai. Pada hari pertama Minggu (25/3) mempertandingkan 150 game yang terbagi menjadi empat kelas. Kelas usia dini, pemula, anak-anak, remaja dan taruna. Pada DMC tahun ini ada sekitar 400 atlet dari 37 club yang berpartisipasi.

Sekretaris Panitia DMC Nurudin mengatakan, event ini merupakan seri pertama. Ke depan akan dilaksanakan pembinaan seri dua dan ketiga yang rencananya di Kota Jogja. Pembinaan berkala diharapkan mencetak atlet-atlet berpertasi cabang bulutangkis untuk DIJ. “Karena di Pelatnas sendiri dari DIJ sudah ada empat atlet,” ujarnya.

Ada empat pertandingan yang dinyatakan WO pada hari pertama kemarin. Yaitu tunggal putra usia dini antarpersada Kulonprogo dan Elang Jogja, Osia Dajo Sleman dengan Sportivo Jogja, Pancing Sembada Sleman dengan Surya Mataram Sleman, dan terakhir Vamos De Java Gunungkidul dengan Pancing Sembada Sleman.

Pertandingan DMC masih dikuasai atlet-atlet seperti Tatag Prayoga dari Pancing Sembada Sleman yang menang mudah atas Kenzo Ozora dari Mandiri Demi Prestasi Jogja dengan skor 2-0 (21-4, 21-0). Pertandingan lain di kelas anak-anak putra, Fajar Shidiq dari Ace Quality Jogja menang atas Damarjati Syahrul dari Poona Bantul dengan skor 2-0 (21-5, 21-8)

Pertandingan seru lainnya dipertontonkan antara atlet Wiratama Jaya Jogja yang diwakili Muhammad Naufal melawan Arka Fadhila Putra dari Manunggal Bantul dengan skor 2-1. Pada set pertama, Naufal mampu unggul dengan skor 21-19, kemudian pada set kedua dibalas oleh Arka dengan skor 10-21, dan pada set ketiga pertandingan berjalan cukup cepat dengan banyak melakukan smash memperlihatkan permainan cukup imbang. Namun sayang, banyaknya kesalahan yang dilakukan Arka membuat keuntungan untuk Naufal dan mampu mencuri set ini dengan skor 21-18.

“Untuk pertandingan besok (hari ini, Red) akan dimulai pukul 10.00 melalui kelas usia dini,” ungkap Nurudin. (cr1/laz/mg1)