CILACAP – PSIM Jogja ditahan imbang tim Liga 3 PSCS Cilacap dalam lawatannya ke Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Minggu (25/3). Kedua tim gagal menjebol gawang lawannya, sehingga berkesudahan dengan skor kacamata 0-0.

Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto memainkan kerangka tim intinya di interval pertama. Seperti kuartet Riskal Susanto, Edo Pratama, Arifin, dan Eka Angger. Lalu ditopang gelandang bertahan Raymond Tauntu dan empat gelandang serang dalam skema 4-1-4-1.

Lini tengah diisi Hendika Arga, Fachri Muslim, Supriyadi ‘Eeng’ dan M. Rifky untuk menyokong striker Wirahadi. Namun belum mampu membongkar pertahanan skuad Jaya Hartono.

“Semuanya masih kami acak untuk cari komposisi terbaik. Tapi masih jauh dari harapan. Tapi kami sedikit maklumi karena kami optimal baru tiga hari latihan,” kata Erwan setelah pertandingan.

Menurutnya, saat kehilangan bola, kolektif defense Hendika Arga dkk belum kelihatan. Selain itu masih emosional dalam berduel dengan lawan. Hal itu diakuinya karena fisik pemain belum maksimal.

“Fisik baru 50 persen. Mereka juga masih bingung build-up serangan, sehingga mainnya long pass. Tapi ya inilah partai pertama dan di kandang lawan. Kualitas PSCS walaupun di Liga 3 tapi persiapan jauh lebih panjang. Kekurangan kami masih banyak,” jelas pelatih asal Magelang ini.

Beberapa pekerjaan rumah yang terus diusahakan adalah mendapatkan chemistry antarpemain. Selain membuat lini tengah lebih kreatif dan menjadikan lini depan bisa tajam memaksimalkan peluang. “Semoga Rabu melawan Persik Kendal dan Minggu dengan PSCS hasilnya bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Sementara itu Pelatih PSCS Jaya Hartono menilai uji coba melawan PSIM sangat bermanfaat mengasah mental pemain. Terlihat dalam pertandingan, meskipun lebih dulu melakukan persiapan namun fokus dan mental bermain belum stabil.

“Pemain ikut irama lawan. Masih ragu saat intersep dan jaga lawan. Tapi bagus untuk mental pemain. Apalagi mayoritas pemain muda, kami yakin ke depan akan terus berkembang,” kata Jaya. (riz/laz/mg1)