PURWOREJO – Kopi lokal Purworejo dan gula merah (brown sugar) mendapat perhatian khusus dari perwakilan Hongaria dan Swedia yang melakukan kunjungan lapangan untuk menjajaki kemungkinan kerja sama. Gula merah yang selama ini beredar di Hongaria merupakan olahan dari gula putih.

“Harga gula putih di Hongaria maupun Swedia itu cukup tinggi, sekitar Rp 60.000 per kilogram. Ini menjadi peluang pasar bagi kita untuk masuk ke pasaran Eropa,” kata Sekda Said Romadhon saat mendampingi empat perwakilan luar negeri mengunjungi gudang gula semut yang dikelola Koperasi Wanita Srikandi di Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo, Jumat (23/3).

Hanya saja memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin masuk ke pasar Eropa. Setidaknya mutu barang dan nilai organik menjadi hal mendasar yang harus ada. “Mereka sangat percaya dengan produk langsung, sehingga saat datang ke sebuah negara yang akan diajak kerja sama, mereka tidak segan datang langsung ke bagian yang paling dasar,” jelas Said.

Dijelaskan, perwakilan Hongaria dan Swedia yang datang memang dari unsur universitas dan lembaga pembiayaan. Kondisi ini menjadi yang lumrah di mana awal dari sebuah kerja sama luar negeri biasanya diawali dari pihak perguruan tinggi.

“Kita mengambil keuntungan dari kunjungan ini karena memang kita ingin menjual produk lokal secara langsung. Tidak melalui Roterdam atau Hamburg. Karena jika melalui dua tempat itu, barang akan terlalu lama dan panjang karena membutuhkan perpanjangan waktu antara 6-7 hari,” tambahnya.

Sebelumnya perwakilan Hongaria dan Swedia yang datang yakni Director Oriental Business and Innovation CTR BGE University Prof Dr Tamas Novak, Senior Official Bank Central Hungary Prof Dr Istven Abel, dan Senior Official Bank Central Hungary Mr Szillard Boros serta Mr Martin Jacobson dari Swedia diterima langsung Bupati Purworejo Agus Bastian di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Sebelum melakukan mendapatkan paparan dari pemkab, perwakilan itu sempat menyaksikan berbagai produk lokal Purworejo, di antaranya, beras organik, batik, kopi, aneka produk kerajinan dan sebagainya. Turut mendampingi bupati antara lain Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi Mulyono dan Wakil Ketua Yophi Prabowo serta Sekretaris Daerah Said Romadhon dan beberapa pejabat OPD.

Prof Dr Tamas Novak melalui George Iwan Marantika mengatakan, pemerintah Hongaria mengutus perwakilan terbaik untuk berkunjung ke Purworejo. Kunjungan ini untuk menindaklanjuti kunjungan Pemkab Purworejo ke Budapest, Hongaria, beberpaa waktu lalu.

Dikatakan, BGE University merupakan ujung tombak hubungan kerja sama Indonesia dengan Hongaria. Hubungan Indonesia dengan Hongaria dibangun dari kampus, tetapi kemudian mengandeng kamar dagang dan dunia usaha. (udi/laz/mg1)