SLEMAN – Polsek Bulaksumur meringkus maling spesialis kendaraan bermotor matic. Mereka memanfaatkan kelalaian korban yang kunci motornya tertinggal. Termasuk memanfaatkan kunci T untuk membongkar paksa kunci kendaraan.

Kapolsek Bulaksumur Kompol Suhardi mengatakan para pelaku telah lama beraksi. Rata-rata menyasar motor milik mahasiswa. Bahkan kedua pelaku Lukman Erdiyanto dan Aris Susanto terlebih dahulu mengamati lokasi tempat beraksi.

“Mereka menunggu jika ada kunci motor yang tertinggal. Cara ini tidak butuh waktu lama untuk membawa kabur motor. Ruang operasinya kawasan Bulaksumur karena banyak kos-kosan,” kata Suhardi di Mapolsek Bulaksumur Kamis (22/3).

Kedua pelaku berbagi peran. Lukman bertindak sebagai eksekutor, Aris sebagai penadah. Rata-rata kendaraan dijual berdasarkan pesananan. Mayoritas barang curian ditadah di kediaman Aris, Klaten.

Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Tito Satria memastikan pelaku telah beraksi di tujuh TKP. Tidak hanya Bulaksumur, pelaku juga beraksi di Depok dan Kota Jogja. Seluruhnya menggunakan modus sama, kunci tertinggal dan kunci T.

“Motor-motor itu dijual dengan rentang harga antara Rp 2,5 juta hingga Rp 2,7 juta. Dari keseluruhan barang bukti, mayoritas adalah motor matic. Alasannya lebih mudah dijual dan banyak yang cari,” ujar Tito.

Keduanya merupakan residivis di LP Cebongan. Bahkan keduanya belum lama bebas, yakni pada November 2017. Lukman dan Aris tetap berkecimpung dalam dunia kriminalitas.

Ada tujuh tempat kejadian perkara (TKP) yang pernah mereka datangi untuk beroperasi dalam dua bulan terakhir. Keduanya membutuhkan waktu 10 menit untuk membawa kabur motor matic.

“Para pelaku beraksi pada siang hari. Karena biasanya mahasiswa sibuk kuliah,” kata Tito.

Kendaraan yang disita dari kediaman Aris, Honda Vario 150 AB 3246 UJ, Honda Vario 125 AB 3244 UJ, Honda Vario AD 5438 AQ, Honda Beat AD 5758 SAC, Honda Beat AB 4163 UY dan Suzuki Satria FU R 3991 JB.

Penangkapan kedua pelaku berkat rekaman CCTV lokasi pencurian. Tersangka Lukman ditangkap di toko 24 jam kawasan Jalan Laksda Adisutjipto, sementara Aris di Klaten. Keduanya dikenai Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

“Mahasiswa jangan lalai mencabut kunci motor. Meski sudah ada di kos, harus dicabut kuncinya,” kata Tito. (dwi/iwa/mg1)