SLEMAN-Dalam rangka memperingati hari TBC (Tuberculosis) sedunia, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk warga Sleman yang positif terkena TBC. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Tuljaeni dalam kegiatan Senam Masal memperingati hari TBC sedunia di lapangan Pemda sleman, Jumat (23/3).

Sebagaimana kita mengetahui TBC merupakan penyakit menular dan bersifat mematikan, oleh sebab itu harus ada tindakan yang dilakukan untuk pencegahannya. Tuljaeni mengatakan, pengobatan ini tidak mensyaratkan apapun kepada warga.

“Penderita langsung diperiksa, jika terdeteksi positif TB langsung dirawat dan diobati secara gratis,” ujarnya.

Kegiatan yang juga bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyah Kabupaten Sleman tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa TB dapat disembuhkan dengan pemeriksaan yang aktif.

“Pelayanan tersebut dapat diperoleh warga Sleman di Puskesmas atau Rumah sakit yang sudah memiliki standart pelayanan TB. Misal RSUD Sleman, RSUD Prambanan, 25 puskesmas di Sleman, dan Rumah Sakit Swasta yang ada di Sleman,” jelasnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menghimbau kepada para pesertasenam masal untuk ikut menjadi agen dalam menyebarluaskan informasi tentang TBC.

“Dengan demikian warga Sleman semakin sadar akan bahaya penyakit TBC,” tutur Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga mengapresiasi Kepada PCA Mlati yang mewakili DIJ yang mendapatkan penghargaan kader teladan juara kedua tingkat nasional dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Melalui senam atau kegiatan olahraga lainnya bisa menjadi upaya yang srategis untuk membentuk pribadi yang sportifitas, kejujuran, dan keuletan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Aisyah Kabupaten Sleman Siti Aminah Maskur menyampaikan, PCA Sleman mempunyai Program Ketok Pintu yang dilakukan oleh tim TBcaremencoba menemukan warga yang terkena TB dengan datang ke rumah-rumah warga.

“Kita tahu masih banyak masyarakat yang malu akan penyakit TB dan enggan untuk berobat ke rumah sakit, dengan kami datangi langsung akan lebih mudah dalam penanganannya” kata Siti Aminah. (ita/mg1)