BANTUL- GOR Pleret di Jalan Imogiri Barat akan menjadi saksi pertarungan talenta-talenta bulutangkis di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Kejuaraan Bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) Super Series kembali digelar. Rencananya even rutin agenda PBSI DIJ dan Djarum ini digelar selama lima hari mulai Sabtu (24/3) hingga Rabu (28/3) mendatang.

Sebanyak 430 dari puluhan klub di DIJ akan beradu kemampuan menjadi yang terbaik. Hari ini, sebelum semua pertandingan digelar akan digelar technical meeting (TM). Dari kegiatan ini akan ditentukan pertandingan yang akan dihelat mulai besok.”Dari tahun ke tahun, antusiasme peserta untuk mengikuti kejuaraan ini selalu meningkat,” kata Ketua PBSI DIJ Sukiman.

Sukiman menyebut para altlet akan bertarung sesuai dengan umur mereka sesuai kelas yang dipertandingkan. Adalah kelas tunggal usia dini, tunggal anak-anak, dan tunggal remaja. Tidak hanya itu, kelas remaja juga menampilkan ganda putra dan ganda putri serta ganda campuran. “Semua kelas ada karena memang untuk penjaringan,” ucapnya.

Dikatakan, Kejuaraan Bulutangkis Multicabang Djarum Super Series merupakan satu paket. Menurutnya, seluruh atlet harus mengikuti tiga seri yang digelar. Itu karena poin yang diperoleh dari setiap seri bakal diakumulasi di akhir tahun. “Seperti liga. Poin ini untuk menentukan siapa juaranya,” ungkapnya.

Sukiman melihat even ini tak hanya membawa dampak positif bagi atlet di level regional maupun klub yang menaunginya. Lebih dari itu, juga daerah asal masing-masing atlet. Sebab, even ini sebagai salah satu jenjang bagi atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Popda), Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

Bahkan, lanjut Sukiman, even ini juga dapat menjadi batu loncatan bagi atlet mencari klub yang lebih besar atau pelatnas. Oleh karena itu, Sukiman menyarankan atlet yang ingin naik kelas ke level nasional benar-benar mempersiapkan diri. Dengan menjadikan Kejuaraan Bulutangkis Multicabang Djarum Super Series sebagai salah satu tahapan menapaki jenjang karir.
“Setelah di Jogja sukses bisa mencari klub besar. Seperti Djarum agar bisa masuk pelatnas,” ungkapnya. (cr2/din/mg1)