BANTUL – Rumah Budaya Emha Ainun Nadjib akan menyelenggarakan teater Mantra #2019 bertajuk “Nawa Praja Sirna Manembah”. Mantra merupakan karya Joko Santoso yang di tahun-tahun sebelumnya pernah dipentaskan, dan kali ini merupakan pergelaran yang ketiga. Teater ini sarat akan simbolis prediksi Joko tentang dunia politik Indonesia di tahun 2019 nanti.

“Namun kelak Indonesia jadi bos atau jongos dunia itu tetap tergantung bagaimana kita sekarang, bagaimana membangun anak-anak muda untuk siap menerima tantangan masa depan,” pesan Emha Ainun Najib selaku supervisor Mantra yang turut hadir dalam konferensi pers Jumat (23/3).

Kemarin sang sutradara Puntung CM juga mengaku cukup sulit untuk mengintepretasikan delapan mantra yang ditulis Joko ke bentuk pertunjukan. Oleh karena itu, dalam pentas ini alur produksi dibuat mulai dari musiknya, yang dikomposeri Gaung Sidharta.

“Tapi tidak semua mantra saya buat musik, karena diam atau hening itu juga nada,” katanya. Sejalan dengan Gaung, Gita Gilang sang koreografer juga akan menampilkan adegan diam. “Penari tidak tentu ikut membacakan mantra, suatu ketika musik diam, ya diam itu juga tari,” ungkapnya.

Pentas Mantra #2019 akan digelar Senin 26 Maret mendatang di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pukul 19.38. Dibuka untuk umum dengan reservasi undangan ke nomor 0812184438284. (cr3/laz/mg1)