KULONPROGO – Dua pencuri spesialis laptop, Kusuma Negara, 48, warga Tangerang dan Indra Setiawan, 28, warga Cengkareng ditangkap Rabu (21/3) malam. Mereka diringkus di rumah kerabatnya, KN, warga Banjaroyo, Kecamatan, Kalibawang.

Kapolsek Pengasih Kompol Salim mengatakan kronologi penangkapan tersangka berawal dari laporan kehilangan dari UNY di Terbah, Pengasih, Kecamatan Pengasih.

“Enam mahasiswa kehilangan laptop saat ditinggalkan di ruang lantai tiga Gedung GLA UNY Kampus Wates pada saat jam istirahat,” kata Salim.

Berangkat dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan kamera pengawas (closed circuit television/CCTV). Benar saja, aksi dua maling itu terekam jelas termasuk nomor polisi motor yang digunakan pelaku.

“Dalam rekaman CCTV terlihat ruangan memang tidak dikunci. Akhirnya kami meminta Samsat Kulonprogo melacak alamat pemilik motor tersebut,” kata Salim.

Kepada petugas, pelaku mengaku sebelum beraksi di UNY Kampus Wates, mereka menggasak satu laptop di Universitas Mercubuana Jogjakarta di Sedayu, Bantul pada hari yang sama.

“Kedua pelaku diketahui memiliki daftar sejumlah universitas dan perguruan tinggi di DIJ dan Jateng yang akan dijadikan target operasi,” kata Salim.

Memuluskan aksinya, keduanya menyaru sebagai penjual kaca mata keliling. Sehingga mereka leluasa bisa memasuki kampus tanpa dicurigai orang lain.

“Pelaku mengaku hasil curian akan dijual di pasar loak dan segera kembali ke Jakarta,” kata Salim.

Petugas mengamankan satu Honda Supra X 125 dengan nopol AB 2586 NL milik kerabat KN yang digunakan untuk beraksi, dua helm, dua jaket serta sebuah tas untuk menyimpan laptop hasil curian.

Kedua tersangka merupakan residivis. Pernah ditahan lantaran mencuri telepon genggam di Jakarta.

“Mencuri laptop baru sekali ini. Hasil curian dijual untuk kebutuhan sehari-hari. Kira-kira satu laptop bisa laku Rp 1 juta,” ucap Kusuma Negara.

Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (tom/iwa/rg/mg1)