MUNGKID – Giliran jurnalis di Magelang mendeklarasikan anti-hoaks. Sengaja Candi Borobudur dijadikan saksi agar para wartawan memerangi penyebaran berita bohong di masyarakat. Mereka secara simbolis melepas balon bertuliskan anti-hoaks dan sepasang merpati putih.

Langkah para jurnalis mendeklarasikan hal ini juga dalam rangka menciptakan Pilgub Jawa Tengah dan Pilbup Magelang 2018 damai serta sukses. Para wartawan akan bersinergi dengan polisi dalam pemberantasan kabar bohong itu.

Hal ini mendapat respons positif Kabag Sumber Daya Manusia (Sumda) Polres Magelang Kompol Eko Mardiyanto yang ikut menyaksikan deklarasi. “Terima kasih. Wartawan yang menyajikan berita kebenaran ikut berperan membasmi hoaks,” katanya.

Menurut Eko, pihaknya hingga saat ini belum menerima adanya laporan kasus hoaks di Kabupaten Magelang. Hanya saja, ia meminta warga untuk lebih jeli dalam mengonsumsi berita.

“Masyarakat harus bijak memilah dan memilih berita. Jangan sampai berita yang belum tentu kebenarannya dipercayai begitu saja. Saring dulu sebelum share,” pintanya.

Diungkapkan, hoaks atau berita bohong sangat berbahaya karena akan menggiring opini publik. Ini akan mengancam kehidupan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Terlebih, saat ini Kabupaten Magelang sedang dalam situasi politik yang rawan konflik karena akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati.

Ketua PWI Kabupaten Magelang Bagyo Harsono mengakui peredaran hoaks bisa meresahkan masyarakat. Karenanya, peran para wartawan dibutuhkan untuk menyebarkan berita benar sesuai fakta.

“Diharapkan wartawan yang bertugas di Magelang memiliki kompetensi untuk membuat produk berita yang sesuai kaidah jurnalisme,” tandas Bagyo. (dem/laz/mg1)