GUNUNGKDUL – Mulai April 2018 Pemkab Gunungkidul mulai memungut pajak objek wisata. Jenisnya, masuk pajak hiburan dengan besaran pungutan mencapai 10 persen. Salah satu destinasi yang dikenai pajak adalah Gua Jomblang, Pacarejo, Semanu.

Kabid Pendapatan dan Pengawasan BKAD Gunungkidul Mugiyono mengatakan pemungutan pajak mengacu pada Perda 6/2017 tentang pajak daerah. Peraturan baru tersebut muncul sebagai pengganti Perda 3/2011.

“Objek pajak yang kami sasar di antaranya Gua Jomblang dan Kali Suci, Semanu,” kata Mugiyono kemarin.

Dijelaskan, perda efektif berlaku bulan depan. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pengelola objek wisata mengenai aturan membayar pajak. “Mereka (pengelola) siap menunaikan kewajiban tersebut,” kata Mugiyono.

Dengan bertambahnya objek pajak, otomatis target perolehan pajak hiburan tahun ini dapat ditingkatkan. Perolehan pajak hiburan tahun lalu mencapai Rp 180 juta. “Kami yakin pendapatan pajak 2018 meningkat,” kata Mugiyono.

Sebagai gambaran, pendapatan pajak baru nanti, jumlah pengunjung Gua Jomblang per bulan mencapai sekitar 300 orang. Dengan tarif per orang Rp 450 ribu, maka pendapatan kotor mencapai Rp 135 juta per bulan.

“Nanti dikenai potongan pajak 10 persen, ketemu angka pajak Rp 13 juta per bulan,” kata Mugiyono.

Untuk Kali Suci juga demikian. Bulan depan dikenai pajak. Bagaimana dengan objek wisata lain seperti Gua Pindul, Sri Getuk, dan Gunung Api Purba? Dia mengaku masih dilakukan kajian.

“Kalau Gunung Api Purba sudah dikenakan retribusi. Kami akan kaji nanti, apakah di dalamnya nanti ada aktivitas hiburan juga,” kata Mugiyono.

Lalu Gua Pindul, retribusi hanya untuk masuk ke lokasi wisata. Sementara aktivitas di dalamnya seperti susur gua dikomunikasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Secara berkala, semua aktivitas wisata jika ada wahana hiburan akan dikenai pajak,” kata Mugiyono.

Pengelola Gua Jomblang Cahyo Alkantana siap mendukung kebijakan tersebut. Sekarang pihaknya akan membuat kajian berkaitan dengan tarif.

“Penarikan pajak ini bukan hanya Gua Jomblang, ada juga destinasi wisata lain. Prinsipnya kami tidak keberatan,” kata Cahyo. (gun/iwa/rg/mg1)