GRAFIS: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA

JOGJA- Kontingen Kabupaten Bantul merebut juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIJ 2018. Dengan hasil ini, kabupaten berslogan Bantul Projotamansari ini merebut gelar juara umum empat kali berturut-turut.

Pada Popda DIJ 2018 ini, dari 23 cabor yang dipertandingkan, kontingen Bantul meraih 65 medali emas, 46 perak, dan 59 perunggu. Di posisi kedua ditempati Kota Jogja dengan mengemas 52 emas, 34 perak, dan 30 perunggu. Disusul Sleman dengan 43 emas, 61 perak dan 66 perunggu. Gunungkidul dengan 16 emas, 28 perak, dan 53 perunggu. Di posisi terakhir Kulonprogo dengan 14 emas, 21 perak, dan 52 perunggu.

Perolehan Bantul disokong 10 cabor andalan yang mampu menjadi peraih medali terbanyak atau juara umum cabor. Di antaranya dari cabor panahan, taekwondo, senam, judo, tinju, gulat, tenis lapangan, tenis meja, sepak takraw, dan bola voli.

Terkait raihan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Bantul, Didik Warsito mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan atlet-atlet pelajar Bantul.

Menurutnya prestasi itu merupakan kerjasama dari semua pihak, mulai dari atlet, pelatih, sekolah dinas dan Pemkab Bantul. “Tentu kami bangga dengan hasil maksimal putra-putri kami di Popda tahun ini,” tuturnya.

Kepala Bidang Olahraga Disdikpora Bantul Sapto Priyono mengatakan, keberhasilan Bantul menjadi juara umum ini tak lepas dari program pembinaan bagi atlet-atlet muda yang berjalan berkesinambungan. “Regenerasi atlet terbukti berjalan dengan baik. Sehingga kami optimistis ke depan akan semakin banyak atlet yang berkembang dan berprestasi di Bantul,” ungkapnya.

Kepala Balai Pemuda Olahraga Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (BPO Disdikpora) DIJ Edy Wahyudi mengapresiasi peningkatan prestasi Popda 2018 ini. Itu ditandai dengan meningkatnya raihan medali emas masing-masing kontingen. “Ini membuktikan semakin meratanya pembinaan prestasi kita,” ujarnya.

Dia juga meminta para atlet pelajar ini terus mengasah kemampuannya. Selain itu hasil dari Popda ini bisa dilanjutkan KONI DIJ untuk pembinaan atlet muda di level yang lebih tinggi.”Mereka juga harus terus bekerja keras untuk ajang yang lebih tinggi. Yakni Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) 2018 Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019 Papua.(riz/din/mg1)