BANTUL – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul Sulistiyanta mengklaim pertumbuhan industri kreatif di Kabupaten Bantul cukup signifikan. Rerata mencapai delapan persen per tahun. Bahkan, produk industri kreatif seperti kerajinan tangan mendominasi pasar ekspor.

“Hampir 50 persen ekspor Bantul adalah kriya,” jelas Sulis, sapaannya, di sela acara Creative Economy Showcase di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Kamis (22/3).

Disebutkan, nilai total ekspor Kabupaten Bantul saat ini mencapai 77 juta dolar Amerika. Capaian ini meningkat tujuh persen dibanding 2016. Sulis meyakini tren kenaikan ini bakal bergulir terus setiap tahunnya. “Total ada 18 ribu pelaku industri kerajinan tangan saat ini,” sebutnya.

Kendati tren pertumbuhan industri kreatif cukup tinggi, Sulis melihat, masih kalah dibanding jenis usaha lain. Contohnya, kuliner. Pertumbuhannya mencapai 11 persen per tahun. Juga, fesyen. Di mana menyentuh angka sembilan persen. “Semua kami dorong pertumbuhannya,” katanya.

Kendati begitu, industri kerajinan tangan banyak menciptakan lapangan pekerjaan. Menurut Sulis, setiap satu usaha kriya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi lima hingga enam orang. “Bahkan ada yang sampai 80 orang,” sebutnya.

Oleh karena itu, Sulis berharap para pelaku usaha mikro kecil dan menengah memanfaatkan Creative Economy Showcase. Harapannya, mereka menemukan ruang baru untuk melebarkan sayap usaha. “Karena ada bantuan permodalan yang ditawarkan,” tambahnya. (zam/ila/mg1)