JOGJA – Dewan Pendidikan DIJ menyambut baik keberadaan zonasi yang telah diamanatkan pemerintah. Hanya dalam penerapannya, harus diperhatikan aspek kesetaraan kualitas sekolah di masing-masing daerah.

Ketua Dewan Pendidikan DIJ Prof Danisworo mengatakan, penerapan zonasi harus dilakukan secara pelan-pelan dan bertahap, sampai dengan sekolah memiliki standar kualitas yang sama. Penerapan zonasi memberikan kesempatan bagi penduduk yang ada dalam zonasi bisa bersekolah.

“Ya pelan-pelan, tapi harus dari sekarang. Nanti tidak ada niat memutasikan guru,” kata Danisworo Kamis (22/3).

Mutasi tenaga pendidikan, menurutnya, sebagai langkah pemerataan pendidikan di Jogajakrta. Guru dan kepala sekolah yang berprestasi mengembangkan mutu pendidikan suatu sekolah harus dimutasi ke sekolah yang secara kualitas masih di bawah standar.

“Cuma bila memutasi guru, harus diperhatikan fasilitas penunjang,” katanya.

Seperti, guru yang jarak tempuh tugasnya cukup jauh, wajib diberi fasilitas tempat tinggal. “Kalau guru kota ditempatkan di wilayah terpencil ya harus dimanusiakan,” tambahnya.

Penerapan zonasi penerimaan perserta didik baru (PPDB) juga memiliki dampak positif untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Sebab, cara itu meminimalisir murid dari satu wilayah bersekolah ke wilayah lain yang jaraknya berjauhan.

Namun, dia memberi masukan kepada Pemprov DIJ untuk memperhatikan besaran kuota murid dalam penentuan zonasi. Artinya, siswa yang letaknya diluar zonasi pun mendapat kesempatan bersekolah ditempat tujuan.

“Jangan sampai terjadi kecemburuan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Kadarmanta Baskara Aji menyatakan penerapan zonasi dalam rangka PPDB penerapannya secara bertahap. Sebab zonasi merupakan bagian dari Permendikbud 17/2017 yang mengatur tentang PPDB.

Pemprov, sebutnya, masih mempertimbangkan batasan zonasi untuk tiap daerah. Kewenangan penentuan zonasi sepenuhnya diserahkan pada pemprov.

“Kalau sekolahnya dirasa jauh, ya tinggal tunjuk saja yang paling dekat, hitung berapa jaraknya,” ujarnya. (bhn/ila/mg1)