BANTUL – Pemberlakuan Perda No. 16/2017 tentang Badan Permusyarawatan Desa (BPD) ternyata membuat jajaran BPD bergejolak. Parlemen desa ini menganggap salah satu poin dalam regulasi tersebut tidak berpihak. Terutama terkait kesejahteraan BPD.

Anggota Komisi A DPRD Bantul Suwandi membenarkannya. Bahkan, politikus PPP ini kerap mendengar perihal keluhan anggota BPD. “Pendapatannya menurun drastis,” jelas Suwandi di kantornya Selasa (20/3).

Dari penelusurannya, sebagian anggota BPD di Bumi Projo Tamansari hanya menerima tunjangan sebesar Rp 300 ribu per bulan. Adapun unsur pimpinan BPD di kisaran angka Rp 500 ribu per bulan. Tunjangan sekaligus gaji anggota BPD ini turun drastis dibanding sebelum pemberlakuan perda.”Dulu ketua sekitar Rp 900 ribu, wakil ketua Rp 850 ribu lalu anggota Rp 750 ribu,” sebutnya.

Usut punya usut, Suwandi menguraikan, letak persoalan pada ketentuan mengenai tunjangan BPD dalam perda yang diberlakukan tahun lalu itu. Tunjangan BPD sebesar 25 persen dari penghasilan tetap (siltap) lurah. Padahal, siltap lurah se-Bantul di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per bulan. Oleh karena itu, Suwandi memanfaatkan momentum perubahan raperda tentang BPD pada triwulan pertama ini untuk menaikkan tunjangan BPD.
“Paling tidak naik menjadi 30 persen dari siltap lurah,” harapnya.

Terpisah, Ketua Bidang Pembangunan BPD Trirenggo Sudarmaji menyerahkan sepenuhnya rencana kenaikan tunjangan kepada legislatif dan eksekutif. Toh, tunjangan BPD saat ini sebenarnya telah lebih dari cukup. Walaupun setiap bulannya tunjangan yang diterimanya hanya Rp 417.500.”Karena kinerja BPD juga tidak tiap hari. Paling rapat seminggu sekali,” ucap Sudarmaji menyebut salah satu faktor beban kerja BPD tidak terlalu berat.

Ada faktor lain yang memicu Sudarmaji tak mempermasalahkan besaran tunjangan. Sudarmaji mengaku baru menjabat sebagai anggota parlemen desa kali ini atau periode 2018-2014. Karena itu, Sudarmaji tak dapat membandingkan presentase penurunan tunjangan.
“Dulu, katanya ada pendapatan tambahan dari operasional,” tambahnya. (zam/din/mg1)