SLEMAN – Harapan PSIS Semarang untuk bermarkas di Stadion Maguwoharjo, urung terlaksana. Hal itu menyusul penolakan yang didapat PSIS dari pengelola Maguwoharjo International Stadium (MIS), dalam hal ini Pemkab Sleman. “Kami sudah mendapat surat dari pengelola Stadion Maguwoharjo. Intinya mereka tidak bersedia,” kata CEO PSIS Yoyok Sukawi Selasa (20/3).

Setelah mendapat penolakan ini, manajemen PSIS tinggal berharap bisa memakai Stadion Moch Soebroto di Magelang untuk melakoni laga Liga 1 musim ini. Meskipun stadion itu juga masih memerlukan banyak perbaikan. “Ada 7 item yang masih kurang. Antara lain ruang ganti pemain, ruang wasit, dan ruang medis,” ungkap Yoyok.

Karena itu PSIS berusaha keras memperbaiki kekurangan, supaya Stadion Moch Soebroto bisa lolos verifikasi untuk dipakai pertandingan di kompetisi Liga 1 2018. “Setidak-tidaknya bisa lolos bersyarat. Jika misalnya menjamu tim besar juga tidak bermain di sana,” ujar Yoyok Sukawi.

Nah, bila tidak ada perubahan, PSIS akan mengawali kompetisi dengan melawat ke markas PSM Makassar. Hal itu membuat PSIS punya sedikit waktu luang untuk mempersiapkan stadion ketika bertindak sebagai tuan rumah di pekan berikutnya.

Sementara itu, pihak UPT Stadion Maguwoharjo Sleman membenarkan penolakan terhadap Mahesa Jenar- julukan PSIS. Alasannya, pihak UPT masih melakukan perbaikan pada kondisi rumput stadion.

Sebab beberapa waktu lalu, kondisi lapangan tergenang air saat turun hujan. Sehingga ada yang perlu dicek dari kondisi rumput maupun drainasenya. “Dari hasil laboratorium tanah bahwa media tanam rumput kadar C atau lumpurnya sangat tinggi. Sudah melebihi ambang batas. Karena itu harus direnovasi,” kata Kepala UPT Maguwoharjo Sumadi kepada Radar Jogja.

Proses perbaikan di beberapa lokasi yang kerap tergenang sudah dilakukan. Yakni dengan membongkar lapisan rumput dan memperbaiki kondisi resapan. Sumadi mengatakan, untuk proses perbaikan tersebut memerlukan waktu recovery sekitar satu bulan.

Kondisi tersebut yang membuat PSIS tidak mungkin menggunakan stadion tersebut. Sedangkan untuk pengecekan drainase kemungkinan setelah kompetisi berakhir nanti. “Sementara baru itu, karena air tidak bisa meresap cepat,” imbuhnya.

Namun saat ditanyakan kans PSS menggunakan stadion tersebut, kemungkinan masih dapat dilakukan. Dengan acuan Liga 2 dimulai 7 April maka sudah cukup untuk recovery lapangan. Sebab proses pembongkaran sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. “Kelihatanya kalau digunakan PSS sudah bisa. Kan launcing 7 April, main di Maguwoharjo juga belum tentu tanggal itu. Bisa sesudahnya,” jelasnya. (riz/din/mg1)