MAGELANG – Pemerintah menggelar lomba Gotong Royong Masyarakat antar masyarakat di Jawa Tengah. Dari Kota Magelang, Kelurahan Magersari menjadi perwakilan dan bersaing dengan daerah lainnya. Saat ini, Kelurahan Magersari sudah masuk dalam nominasi tiga besar di tingkat provinsi.

Kelurahan Magersari terpilih masuk nominasi tiga besar setelah dilakukan penilaian sebelumnya berupa presentasi. Tiga nominasi terbaik ini kemudian didatangi tim penilai yang melakukan penilaian lapangan selama satu hari. “Kelurahan Magersari lokasi kedua yang kami nilai,” ujar Ketua Tim Penilai Agus Suranta Selasa (20/3).

Ia mengatakan, sebelumnya penilaian ke Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, dan hari ini direncanakan ke Kelurahan Pesurungan Kidul, Kota Tegal. Setelah penilaian lapangan, tim mengakumulasi nilainya dan hasilnya akan diusulkan ke gubernur.

Pemilihan ini merupakan agenda tahunan yang diamanahkan kementerian dengan tujuan pembinaan gotong royong agar tidak hilang. Seperti diketahui, gotong royong merupakan kekhasan bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. Melalui lomba ini, diharapkan muncul model-model gotong royong di berbagai bidang yang nantinya dapat disebarkan ke masyarakat. “Ada empat bidang di kategori kota ini yang kami nilai, yakni sosial-budaya-agama, kemasyarakatan, ekonomi, dan lingkungan hidup,” urainya.

Selama satu hari tim berkeliling ke beberapa tempat di Kelurahan Magersari untuk melakukan penilaian. Disebutkan Agus, tim terdiri atas delapan orang dari unsur pemerintah dan akademisi. Selanjutnya, tim disebar ke beberapa titik untuk menilai sesuai bidangnya. “Adapun pengumuman pemenangnya nanti rencana pada momen bulan bakti gotong royong, 26 April di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Majunya Kelurahan Magersari ini dinilai memiliki banyak potensi unggulan. Kelurahan ini dinilai laik menjadi yang terbaik dan mewakili Jawa Tengah untuk pemilihan pelaksana terbaik gotong royong masyarakat tingkat nasional.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mengaku optimistis kelurahan ini mampu menjadi yang terbaik. Dia menyebutkan, potensi-potensi unggulan yang ada di kelurahan ini di antaranya keberadaan UMKM makanan dan kerajinan, inovasi produk wayang yang terbuat dari bilah bambu bernama Wayang Cumpring.

Di kelurahan ini juga terdapat kantin PKK yang bermanfaat menambah penghasilan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan. “Tentu masih banyak potensi lainnya yang patut kita apresiasi. Maka saya nilai kelurahan ini laik mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional,” katanya. (ady/laz/mg1)