KULONPROGO- Bicara bangunan cagar budaya (BCB), Kabupaten Kulonprogo tak kalah dengan daerah lain di DIJ. Salah satunya adalah Tugu Pagoda, yang terletak di Kota Wates. Tepatnya di sebelah utara rel kereta api atau pertigaan Jalan Perwakilan, Jalan Sutijab, dan Jalan Kweni.

Tugu Pagoda dibangun oleh masyarakat Tionghoa dan diresmikan pada 23 Desember 1931. Tugu ini sebagai simbol peringatan 25 tahun bertakhtanya Paku Alam VII, sekaligus peringatan 100 tahun Kabupaten Adikarta.

Tugu Pagoda secara umum berbentuk balok persegi panjang bersusun dengan ujung atas meruncing. Tinggi keseluruhan 4,3 meter dan lebar 1 meter.

“Secara fisik terdiri tiga bagian, yaitu bawah-tengah-atas. Bagian bawah berbentuk dan berukuran sama dengan bagian tengah. Antara keduanya dibatasi dengan ornamen pelipit, antefik, dan 3 buah list vertical,” jelas Kasi Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo Fitri Atiningsih Fauzatun Senin (19/3).

Menurut Fitri, kondisi fisik Tugu Pagoda masih cukup baik. Hanya, keberadaannya di tepi jalan utama terancam pertumbuhan dan perkembangan kawasan Kota Wates. Kendati demikian, Tugu Pagoda tetap dipertahankan.

BCB lain di kompleks perkantoran Pemkab Kulonprogo adalah Media Center di Jalan Tamtama No 3, Terbah, Wates. Dibangun pada 1951 dengan arsitektur khas dua wilayah, Kabupaten Kulonprogo dan Kadipaten Adikarta. “Dulu difungsikan untuk mess pegawai Dinas Pekerjan Umum Kabupaten Kulonprogo,” jelas Fitri. Lalu pada 1988 digunakan untuk homebase Stasiun Radio Swara Indrakila. Gedung bergaya Indische itu pernah juga dimanfaatkan untuk kantor Komisi Pemilihan Uumum dan Panwaslu, serta Kantor Pelayanan Perizinan Satu Atap. “Sejak 2015 jadi Media Center dan sekarang untuk kantor dinas komunikasi dan informatika,” katanya.

Konsep bangunannya berbentuk limasan berderet dua ke belakang. Atap bagian depan berorientasi timur-barat. Sedangkan atap belakang berukuran lebih besar dan dilengkapi gable (atap pelana, Red) berongga untuk sirkulasi udara.

Fitri mengklaim, bangunan tersebut terawatt dengan baik. Hanya beberapa perbaikan dinding yang retak plesteran tembok yang mengelupas, dan pemulihan kusen jendela dan pintu dari bahan alumunium ke kayu. Serta pengembalian model dan jenis genting sesuai aslinya. (tom/yog/mg1)