HEADSHOT: Aris Riyanta (RADAR JOGJA FILE)

Kelompok sadar wisata (pokdarwis) memegang peran strategis dalam mengembangkan destinasi wisata. Terutama terkait desa wisata. Sebab, selama beberapa tahun terakhir desa-desa wisata di DIY tumbuh dan berkembang demikian pesat.

Desa-desa wisata itu menawarkan beragam objek wisata yang menarik. Mulai keindahan alam, budaya hingga destinasi wisata minat khusus lainnya. Dengan latar belakang itu, pokdarwis diharapkan menjadi motivator gerakan Sapta Pesona.

Tujuannya guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. Selain itu, dengan berkembangnya pengelolaan desa wisata berdampak bagi peningkatan kesejahteraan pelaku wisata dan masyarakat setempat.

“Pokdarwis merupakan konsultan mengembangkan destinasi wisata dalam desa wisata demi mendukung Sapta Pesona,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta saat grand final pengumuman pemenang lomba Pokdarwis Tingkat DIY Tahun 2018 di Pantai Baron, Gunungkidul kemarin (19/3).

Dalam lomba tersebut, Pokdarwis Baron Indah, Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul dinobatkan sebagai pemenang pertama tingkat DIY. Wakil dari Gunungkidul itu berhasil mengungguli lima finalis lainnya dari kabupaten dan kota se-DIY.

“Sebagai juara I, Pokdarwis Baron Indah berhak maju ke tingkat nasional mewakili DIY,” jelas Aris.

Penetapan Baron Indah sebagai juara pertama lomba Pokdarwis Tingkat DIY Tahun 2018 melalui pengamatan dan penilaian yang cermat. Juri yang terlibat melibatkan lintas pemangku kepentingan.

Mereka dari berbagai latar belakang profesi. Ada kalangan profesional, tokoh masyarakat, ASITA, akademisi, pelaku Pokdarwis, pers dan dari internal Dinas Pariwisata DIY. Enam pokdarwis yang maju ke grand final sesungguhnya merupakan pemenang. Alasannya, kata Aris, mereka berasal dari pokdarwis pilihan.

Namun dalam lomba itu dewan juri harus menentukan satu pilihan sebagai juara. “Pilihannya jatuh pada Pokdarwis Baron Indah. Selamat atas prestasi ini,” ungkap pejabat asal Godean, Sleman ini.

Dalam lomba itu, Baron Indah bersaing dengan lima pokdarwis lainnya. Yakni Pokdarwis Tlatar Seneng Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, Pokdarwis Kampung Santan, Desa Guwosari, Pajangan, Bantul, dan Pokdarwis Karang Tengah Motolegi, Desa Karangtengah, Imogiri, Bantul. Disusul Pokdarwis Hargo Mukti Desa Hargotirto, Kokap, Kulonprogo serta Pokdarwis Umbul Gede Kampung Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Enam finalis itu merupakan bagian dari 15 pokdarwis yang dinilai dewan juri sejak 28 Februari hingga 9 Maret lalu. Urutan kedua setelah Baron Indah, Pokdarwis Tlatar Seneng menjadi juara II. Disusul Pokdarwis Kampung Santan menjadi pemenang ketiga. Harapan I Pokdarwis Karangtengah, harapan II Pokdarwis Hargo Mukti dan harapan III Pokdarwis Umbul Gede.

Adapun tujuh dewan juri yang terlibat dalam penilaian lomba pokdarwis terdiri atas Drs Bakri MM, Octo Lampito, Bobby Ardiyanto Setyo Ajie, Herman Tony, Henry Brahmantya, Imam Widodo dan Titik Sulistyani.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti menilai pokdarwis ikut menjadi kunci penentu keberhasilan pengelolaan destinasi wisata. Karena itu, dia berharap pokdarwis memberikan pelayanan maksimal kepada setiap wisatawan yang berkunjung. “Jangan sampai membuat kecewa,” pesannya. (gun/kus/mg1)