JOGJA- Akademi seni bertarung Kyokushin Indonesia Wilayah DIJ menggelar BOSA Cup II Tournament. Kejuaraan ini diikuti tiga perguruan, yakni Dojo Bosa, Dojo Tora Prambanan, dan Dojo Thunder Solo berlangsung di Hall SMA Bopkri Satu, Minggu (18/3).

Kejuaraan ini memperlombakan untuk kelas junior yaitu kelas bebas kumite anak putra, kelas bebas junior putri, kelas kumite junior putri, kelas kumite junior putra. Kelas kata untuk kelas junior dan senior. Sedangkan kelas senior hanya diperlombakan kumite senior putra.

Juara untuk kelas kata disapu bersih oleh perguruan Dojo Tora Prambanan. Juara satu, dua dan tiga diraih oleh saudara Bido Prakoso, Angling Wijaya dan Galih Hanim. Sedangkan untuk juara empat dan harapan satu dan dua diraih oleh perguruan Dojo Bosa yaitu Maria Magdalena, Khansa Fathina dan Remalya Sinaga.

Untuk kelas komite junior putra disapu bersih Dojo Thunder Solo. Juara satu, dua, tiga dan empat serta harapan satu diraih Iqbal Sholeh Prasetyo, Ekayas Prima Lanang, Fahry Adil Pratama, Dwika Alexa Putra, dan harapan satu Andrean Yogi. Sedangkan untuk kelas kumite putri dikuasai Dojo Thunder Solo yang menempatkan karatekanya di posisi satu, dua dan empat yaitu Erlina, Sri Suryani, dan Dinda Raysilla. Sedangkan untuk juara tiga di tempati karateka putri dari Dojo Tora Prambanan Mei Nur Rahmawati.

Untuk kumite junior putra, tuan rumah Dojo Bosa mampu menempatkan karatekanya di posisi juara pertama dan ketiga. Juara pertama diraih Danilo L Duan dan J Ariel Johanes. Sedangkan posisi kedua dan keempat direbut karateka Dojo Tora Prambanan Anom Binoro dan Dwiki Tegar Bagus.

Di partai senior Dojo Thunder Solo menciptakan karatekanya di posisi satu dan dua yaitu suadara Yoki Sutanto dan Brilly Prima. Sedangkan tuan rumah jogja yang diwakili Dojo Ultimate dan Bosa hanya mampu menempati posisi tiga dan harapan dua yaitu Daniel Agung Purboyo dan Deta Cristoper.

Kepala SMA Bosa Andar Rujito mengatakan, kegiatan ini baik untuk membentuk karakter anak. Sejalan dengan itu perguruan seni bela diri Kyokushin memiliki visi untuk membentuk anak bangsa yang memiliki karakter yang disiplin, kerja keras, cerdas dan jujur.”Kejuaraan ini bukan sekadar mencari kemanangan, tetapi juga membentuk karateka-karateka yang berkarakter dan selalu memiliki daya juang tinggi,” tambahnya.(cr1/din/mg1)