SLEMAN – Sebagai salah satu upaya perlindungan terhadap anak untuk menjamin hak-haknya dalam hidup, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak.

Pelatihan yang diikuti sekitar seratus orang ini diadakan selama dua hari mulai (19/3) hingga hari ini di Taman Pringsewu, Mulungan, Mlati, Sleman. Pesertanya adalah Kepala Sekolah, Pendidik, Tenaga Kependidikan Sekolah Ramah Anak, Kasi Pelayanan Desa, dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ramah Anak.

Asekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Purwatno Widodo mengatakan, pelatihan ini sangat penting untuk membangun kesadaran dalam pemenuhan hak-hak anak dari tingkat terkecil masyarakat hingga level kabupaten.

“Selama ini kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di wilayah Kabupaten Sleman hingga di level kecamatan dan desa,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah mempunyai kewajiban memberikan jaminan dan memastikan atas terpenuhinya empat kategori hak anak menurut Konvensi hak dasar anak. Yaitu, hak kelangsungan hidup, hak perlindungan, hak tumbuh kembang, dan hak berpartisipasi.

Kepala Dinas P3AP2KB Mafilindati Nuraini menuturkan, bagi Pemkab Sleman perwujudan Kabupaten Layak Anak merupakan sebuah gerakan masif untuk peduli terhadap anak serta memberikan bekal bagi masa depan mereka.

“Tujuanya memberikan pemahaman tentang perlindungan dan pemenuhan hak anak kepada seluruh peserta pelatihan,” ungkap Linda, sapaannya.

Pelatihan Konvensi Hak Anak ini juga menjadi strategi pengembangan Kabupaten Layak Anak sekaligus membangun pola pikir stakeholder dan pemangku kepentingan yang berhubungan dengan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak.

“Harapannya, melalui pelatihan ini semua pemangku kepentingan dan stakeholder bisa berperspektif Hak Anak dalam membuat kebijakan pembangungan di wilayahnya,” tambah Linda. (ita/ila/mg1)