JOGJA – Harapan PSIM memiliki 20 pemain hasil seleksi pekan lalu belum sepenuhnya terwujud. Hal itu menyusul belum seluruh pemain deal dengan tawaran manajemen. Dari jumlah tersebut, baru 13 pemain yang sepakat meneken prakontrak.

Kondisi tersebut tentu membuat pelatih sulit menjalankan program latihan. Sebab jika memaksakan menggeber latihan sementara belum ada kesepakatan, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Sehingga, sampai kemarin tim pelatih belum bisa memulai latihan.

“Masih menunggu proses nego belum kelar. Baru 13 pemain kalau tidak salah. Dari 20 pemain sementara. Pemain lama 9, pemain yang baru sepakat kiper Ritonga, gelandang Wawan Sama dan Chandra Lukmana dan striker Wirahadi,” ungkap pelatih PSIM Erwan Hendarwanto kepada wartawan, kemarin.

Erwan dan tim pelatih tentu merasa gusar. Di tengah bayang-bayang kickoff Liga 2 yang semakin dekat (PSSI dan PT LIB menjadwalkan 7 April, Red), skuad ternyata belum kunjung lengkap. Padahal, jikapun pemain lengkap, sudah tidak banyak waktu untuk mempersiapkan skuad. Termasuk membangun fisik dan masuk ke fase taktikal.”Rencananya kami ingin pagi ini (kemarin, Red) selesai semua proses negosiasi. Sore sudah masuk program latihan. Tapi nyatanya masih tersendat. Kami coba tetap latihan meskipun kondisioning sambil menunggu proses nego selesai,” imbuh Erwan.

Menurut Erwan, porsi fisik dan taktikal baru bisa dijalankan jika seluruh pemain sudah utuh. Sehingga bisa sepemahaman, utuh dan tidak lagi perlu ada yang mengulang. Jika kondisinya seperti ini, pihaknya berharap proses negosiasi kontrak segera selesai.”Apapun hasilnya diselesaikan. Jangan diulur-ulur. Kalaupun tidak deal bisa cepat cari gantinya. Walaupun tentu juga tidak mudah. Karena 20 ini kami anggap sudah jadi kerangka tim,” tuturnya.

Di sisi lain, pelatih juga masih perlu pemain di posisi bek tengah untuk memperkuat pertahanan. Sebab baru ada dua pemain di posisi tersebut. Itu saja, Arifin, yang diplot sebagai duet Edo juga belum menemui kata sepakat.

Pihaknya menyadari bahwa manajemen juga pasti berhitung dengan budget tim. Apalagi setelah ini tim perlu menyiapkan mess, katering, perlengkapan latihan dan lapangan. Namun pelatih berharap manajemen bisa membantu dengan cepat melakukan negosiasi.

“Tentu berat, tapi buat kami ini tantangan. Apalagi saya dibesarkan di PSIM, kami akan mengambil risiko. Mudah-mudahan dengan waktu persiapan yang singkat kami bisa bersaing,” tuturnya. (riz/din/mg1)