MUNTILAN – Dianggap melebihi ukuran yang diperbolehkan, beberapa stiker oneway yang terdapat pada kaca kendaraan angkutan pedesaan di Kabupaten Magelang dicopoti. Petugas yang didampingi Panwaslu berdalih sesuai aturan, di antaranya Pasal 23 PKPU 4 Tahun 2017, poster yang boleh disebarkan paslon dan tim sukses maksimal berukuran 40 cm x 60 cm. Kemudian Pasal 26 PKPU 4 Tahun 2017 menjelaskan stiker yang dicetak dan disebarkan maksimal 10 cm x 5 cm.

“Stiker oneway di angkudes ukurannya 10 kali lipat dari yang diperbolehkan. Makanya kami copoti,” kata Ketua Panwaskab Magelang MH Habib Shaleh Senin (19/3).

Selain masalah ukuran, berdasar Pasal 26 Ayat 2 Huruf g PKPU 4 Tahun 2017 menyatakan bahan kampanye berupa stiker dilarang ditempel di sarana dan prasarana publik. “Mobil angkutan umum adalah sarana publik, sehingga tidak seharusnya dijadikan media kampanye,” tuturnya.

Menurut Habib, operasi penertiban melibatkan Satlantas dan Satsabhara Polres Magelang, Dishub Kabupaten Magelang dan Panwascam serta Panwasdes setempat. Selain menertibkan angkudes, tim juga menertibkan alat peraga kampanye yang dipasang di billboard raksasa dan ukurannya melebihi ketentuan. “Kami sudah lebih dulu melakukan upaya preventif dengan berkirim surat ke paslon, sebelum mengambil tindakan ini,” ujar Habib

Disebutkan keputusan ini sudah dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) antara Panwaskab Magelang, KPU Kabupaten Magelang, Dishub Kabupaten Magelang dan Polres Magelang serta Ketua Panwascam dari 21 kecamatan.

“Empat baliho raksasa di Kecamatan Salam, Kecamatan Muntilan, dan Kecamatan Secang kami tertibkan. Penertiban harus dilakukan menggunakan mobil karena ukuran baliho rata-rata sekitar 5 meter x 10 meter,” tambah Komisioner Panwaskab Magelang Sumarni Aini Chabibah. (dem/laz/mg1)