GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terus berupaya mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari 25 ribu, jumlah RTLH terus menyusut setelah mendapat dana perbaikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan ada sekitar 6.000 rumah diperbaiki. “Tahun ini targetnya 650 rumah diperbaiki,” kata Eddy Minggu (18/3).

Rinciannya, 500 rumah diperbaiki menggunakan dana Pusat dan 150 rumah diperbaiki menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul.

“Setiap penerima mendapat Rp 10 juta. Tentu jauh dari cukup, sehingga perlu swadaya. Ppenerima bantuan memiliki kewajiban menyelesaikan perbaikan rumah,” ujar Eddy.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan penerima sasaran ditetapkan melalui verifikasi. Kriteria perbaikan rumah, kondisi atap, dinding dan lantai.

“Misalnya atap rumbia atau seng yang bocor, dinding tripleks atau kayu lapuk dan lantai tanah atau rumah panggung yang tidak layak huni,” kata Badingah.

Kata Badingah, batuan bedah rumah juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Lalu dari pemkab maupun pihak ketiga.

Ketua Baznas Gunungkidul Samin Fauzi mengatakan setiap tahun zakat yang dikumpulkan hingga Rp 50 juta. Namun belum semua Aparatur Sipil Negara (ASN) memenuhi kewajiban zakat melalui Baznas.

“Sebagian dana yang terkumpul untuk program perbaikan rumah bagi warga membutuhkan,” kata Samin. (gun/iwa/mg1)