MUNGKID – Secara swadaya, masyarakat Kecamatan Candimulyo tetap melaksanakan Festival Durian. Padahal saat ini produksi buah berbau menyengat tersebut mengalami penurunan karena curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini.

Tetapi semangat untuk tetap bersyukur atas karunia yang ada dan promosi buah lokal membuat mereka tetap mengadakan festival tahunan tersebut.

“Penurunan produksi sekitar 20 persen karena curah hujan tinggi. Kami tetap laksanakan kegiatan sebagai wujud syukur dan upaya kami mengangkat buah lokal di tengah gempuran buah dari luar negeri,” kata Ketua Panitia Festival Durian Candimulyo Triyono Minggu (18/3).

Lebih lanjut, Triyono menjelaskan, di Kecamatan Candimulyo terdapat 12.272 batang pohon durian dengan luasan lahan 97 hektare, tersebar di 19 desa. Pada musim buah seperti ini, setiap pohon bisa menghasilkan 75-100 durian. Adapun tanaman yang berusia di atas 40 tahun bisa menghasilkan lebih dari 400 durian bahkan ada yang mencapai 1.000 durian. Dengan potensi tersebut, kini durian telah menjadi ikon wilayah Candimulyo.

Dalam festival tersebut, panitia mengarak 19 gunungan durian dari SMPN 1 Candimulyo menuju Lapangan Candimulyo. Begitu tiba di lapangan yang terletak di depan Kantor Kecamatan setempat, gunungan tersebut langsung diperebutkan. Hanya satu buah gunungan yang merupakan juara kirab dibawa ke depan kantor kecamatan untuk dipajang dan tempat swafoto selama kegiatan.

“Kecamatan Candimulyo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Magelang yang banyak menghasilkan buah durian. Makanya, sejak 2011 kami mengadakan Festival Durian. Kecuali 2017, karena produksi menurun drastis. Dalam festival kami adakan kirab gunungan durian dari 19 desa yang ada di Candimulyo,” tutur pria yang juga sebagai Kades Surojoyo ini.

Camat Candimulyo Agung Nugroho menuturkan, selain kirab ada juga lomba makanan olahan dari durian. Ada yang dibuat nuget, rica-rica, getuk, dan lainnya. Hasil lomba, dimenangkan oleh kelompok dari Desa Tempursari dengan makanan olahan berupa sus durian. Disusul kelompok dari Desa Surojoyo dan Tegalsari berupa puding dan durian lapis cokelat.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Magelang Eko Triyono menyebutkan, Candimulyo memiliki nilai khas yang membuat beda dengan durian daerah lain, melalui durian bernama Candy. Pihaknya mengapresiasi warga 19 desa di Candimulyo yang bisa menyelenggarakan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan gerebek durian tersebut luar biasa, dan menjadi sarana promosi yang mengena dari berbagai aspek seperti ekonomi dan pariwisata. (dem/ila/mg1)