Dinas Pariwisata DIY kembali mengadakan lomba Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat DIY 2018. Ada 15 pokdarwis se-DIY yang dinilai tim juri. Penilaian berlangsung sejak 28 Februari hingga 9 Maret lalu. Dalam penilaian itu, tim juri berkeliling mengunjungi semua lokasi pokdawaris.

“Setiap kunjungan berlangsung dua jam. Semua pokdarwis kami persilakan menyampaikan pemaparan materi selama 20 menit,” ungkap Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pariwisata DIY Titik Sulistyani Minggu (18/3).

Adapun 15 pokdarwis yang dinilai itu meliputi Pokdarwis Tlatar Seneng Sambirejo, Prambanan Sleman, Romah Domes Sengir, Sambirejo, Prambanan, Sleman dan Pokdarwis Wonokerto, Turi, Sleman.

Selanjutnya, Pokdarwis Karangtengah, Motolegi, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Kampung Surocolo, Ngreco Poyahan, Seloharjo, Pundong, Bantul dan Pokdarwis Kampung Santan, Santan, Guwosari, Pajangan, Bantul.

Kabupaten Kulonprogo diwakili Pokdarwis Hargo Mukti, Hargotirto, Kokap, Taman Tirta Wiyata, Krembangan, Panjatan dan Pokdarwis Depok Asri, Banjarasri, Kalibawang. Tiga pokdarwis mewakili Kota Yogyakarta meliputi Sekar Gama Parta, Wirobrajan, Kotagede, Kotagede dan Umbul Gede, Giwangan, Umbulharjo.

Sedangkan Kabupaten Gunungkidul punya tiga wakil. Yakni Pokdarwis Alam Asri, Pantai Gesing, Bolang, Girikarto, Panggang, Baron Indah, Kemadang, Tanjungsari, dan Pokdarwis Trimanunggal, Mertelu, Gedangsari.

Selama menilai, terang Titik, dewan juri selalu memberikan kesempatan peserta lomba bertanya dan mendapatkan informasi banyak hal. Misalnya terkait kendala, kekurangan, serta cara menyelesaikan masalah di masing-masing pokdarwis.

“Dari 15 pokdarwis diseleksi menjadi 6 finalis yang berhak maju ke grand final,” jelasnya.

Pelaksanaan grand final berlangsung di Pantai Baron, Gunungkidul hari ini Senin (19/3). Enam peserta yang lolos ke grand final itu terdiri Baron Indah, Tlatar Seneng, Kampung Santan, Karangtengah, Hargo Mukti dan Umbul Gede.

Di bagian lain, Titik mengakui, pokdarwis memegang peran strategis dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata. Karena itu, pengurus pokdarwis dituntut inovatif, kreatif dan profesional.

Sedangkan tujuh dewan juri yang terlibat dalam penilaian terdiri Drs Bakri MM, Octo Lampito, Bobby Ardiyanto Setyo Ajie, Herman Tony, Henry Brahmantya, Imam Widodo dan Titik Sulistyani. (kus/mg1)