PURWOREJO – Perpaduan bunga kenikir kuning dan oranye bersanding dengan bunga matahari, sepatu, dan bunga lainnya menjadikan areal lahan milik Perhutani di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Purworejo terlihat cantik.

Tidak sampai di situ saja, pengelola juga memberikan beberapa fasilitas pendukung di antaranya rumah hobbit serta gardu pandang untuk melihat pemandangan alam dari ketinggian.

Ya, dikelola Kelompok Sadar Wisata Slteteh desa setempat, keberadaan taman bunga itu merupakan hasil kerja sama antara pihak desa, pokdarwis, dan Perhutani melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sedyo Rahayu.

Areal ini resmi dibuka untuk umum dan diresmikan oleh Wakil Bupati Yuli Hastuti berbarengan dengan kegiatan Bupati Saba Desa yang dipusatkan di desa itu pekan kemarin.

Kepala Desa Sedayu Ahmad Said mengungkapkan, keberadaan taman bunga baru sekitar tiga bulan. Meski demikian, waktu yang pendek ternyata tetap bisa menghasilkan atau mewujudkan sebuah taman sederhana yang bisa dinikmati masyarakat menghabiskan waktunya untuk bersantai.

“Ini baru awal, ke depan kami akan terus meningkatkan diri dan melengkapi segala kebutuhan lain sehingga bisa menjadi wisata andalan,” ujar Ahmad Said Minggu (18/3).

Tidak mau setengah-setengah, pihak desa juga siap mengalokasikan pembiayaan peningkatan kawasan itu dengan memasukkan anggaran dalam APBDes Perubahan tahun ini. Harapannya, taman tersebut akan semakin tertata, rapi dan tidak hanya di satu titik.

“Berencana mengembangkan kolam pemancingan serta lapangan desa bisa untuk outbond maupun camping,” tambahnya.

Ketua Pokdarwis Slteteh Sutrisno menambahkan, jika di Desa Sedayu ada beberapa objek wisata yang bisa dikembangkan lagi, di antaranya Curug Klanteng Putih dan Wisata Religi Petilasan Pangeran Drajat.

“Akan mencoba mengembangkannya dipadukan dengan keberadaan taman bunga yang sudah mulai berjalan,” ujar Sutrisno.

Selain yang disebutkan di atas, masih ada beberapa program yang akan digarap dalam kurun waktu menengah diantaranya taman buah durian yang disediakan bagi wisatawan agar bisa memetik atau menikmatinya langsung dibawah pohon. (udi/ila/mg1)