Pemkot Tak Bisa Asal Beli Lahan

JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengungkapkan bahwa luas ruang terbuka hijau (RTH) yang ada saat ini belum sesuai target. Hanya 6,09 kilometer persegi, atau 18,76 persen dari total luas wilayah Kota Jogja 32,5 kilometer persegi. Terdiri atas RTH publik 5,83 persen dan RTH privat 12,93 persen.

“Sesuai ketentuan setiap daerah harus memiliki RTH seluas 30 persen dari total wilayah. Berupa 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat,” katanya Minggu (18/3/2018).

Menurut HP, sapaannya, pemkot mendapat banyak tawaran tanah dari warga. Namun, pemkot tak bisa langsung membelinya begitu saja. Ada prosedur yang harus dipenuhi.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kota Jogja Hari Setya Wacana mengatakan, prosedur pembelian tanah untuk RTH harus memenuhi syarat keluasan lahan, lokasi, dan legalitas tanah. Pembelian lahan sebagai RTH publik juga harus berdasarkan usulan warga.

“Tahun ini kami akan membeli lahan di empat lokasi, Muja Muju, Karangwaru, Purbayan, dan Mantrijeron,” ujarnya. Tanah yang akan dibeli memiliki luas 300-800 meter persegi. Seluruhnya adalah lahan terbuka tanpa bangunan di atasnya.

Pembelian tanah itu untuk melengkapi program 2017. Ketika itu pemkot membeli lahan di tiga lokasi. Yakni Pringgokusuman seluas 225 meter persegi, Purwokinanti (276 m2), dan Kricak (1.100 m2).(pra/yog)