JOGJA – Siang ini (16/3) umat Hindu menjalani upacara Tawur Agung Kesanga untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Tawur Agung digelar sehari sebelum Nyepi sebagai wujud pembersihan diri dari segala hal yang bersifat negatif. Hal negatif disimbolkan dalam wujud ogoh-ogoh.

“Di dunia ini selalu ada energi negatif dan positif. Energi negatif dikembalikan ke tempat asalnya agar tidak mengganggu kehidupan manusia,” jelas Ketua Eka Cita Dharma Ketut di sela menyiapkan uba rampe upacara Tawur Agung di Pura Jagatnatha Kamis (15/3). Tawur Agung dihelat di pelataran Candi Prambanan. Selain sebagai tradisi, Tawur Agung telah bermetamorfosis menjadi daya tarik wisata. Karenanya, ogoh-ogoh pun akan dikirab mengelilingi Kota Jogja sebelum akhirnya dibakar di pura. Membakar ogoh-ogoh melambangkan pembuangan energi negatif tersebut. dilanjutkan ritual Mecaru Panca Sata di Pura Jagatnatha.

Puncak Tawur Agung Kesanga digelar pukul 12.00 atau saat matahari tepat berada di tengah-tengah. Keesokannya, Sabtu (17/3), umat Hindu menjalani catur brata penyepian selama 24 jam nonstop. Yakni amati geni (tidak menyalakan api/sinar), amati karya (tidak bekerja), amati lelungaan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). “Nyepi menjadi momentum untuk memperbaiki diri bagi umat Hindu untuk menjadi lebih baik,” ungkap Ketut.

Lebih baik yang dimaksud dalam arti luas, baik cara berpikir, bertutur kata, maupun bertingkah laku. Hal itu demi penyempurnaan ritual Nyepi. “Semoga bisa mengalahkan musuh terberat yang ada dalam diri agar menjadi pribadi yang senantiasa tenang dan bahagia,” tuturnya.

Putu Kumara, anggota Eka Cita Dharma, menambahkan, perayaan Tawur Agung menjadi wujud kebersamaan antarumat beragama. Terbukti dalam pembuatan ogoh-ogoh. Tidak hanya oleh umat Hindu. Ada juga kontribusi dari masyarakat muslim di sekitar pura. Mereka ikut membantu membuat patung raksasa itu. “Saya senang melihat kerukunan antarumat beragama yang terjadi di sini,” katanya.

Melihat kebersamaan itu Putu berharap masyarakat Jogjakarta terus menjaganya demi kenyamanan dan ketenteraman hidup. (cr2/yog/mg1)