MUNGKID – Bencana tanah longsor kembali mengancam warga di wilayah Lereng Pegunungan Andong. Bahkan, gedung SDN Madyogondo, di Kecamat Ngablak terancam ambruk, jika tidak segera diantisipasi serius.

Ancaman bencana ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Terlebih lagi bangunan SDN Madyogondo ini berdekatan dengan sungai. Sehingga sangat rawan ambrol. “Apalagi saat ini tebing longsoran semakin memanjang dan mengancam bangunan sekolahan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto Kamis (15/3).

Sebenarnya, pada 3 Januari lalu BPBD Magelang sudah mendapatkan pengaduan dari Kepala SDN Madyogondo Supriyadi. Supriyadi melaporkan akan adanya kejadian longsor. “Tebing di belakang gedung ll SDN Madyogondo 2 (kelas III dan IV) terkikis dan terjadi longsor dengan panjang tebing 2,5 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 3 meter,” jelasnya.

Kondisi tersebut mengancam pondasi gedung apabila tidak segera tidak dilakukan penanganan. Lokasi saat ini, tanah longsor sudah memanjang sampai mepet gedung sekolah. “Kerja bakti warga melibatkan 60 orang dengan melakukan pengurugan tebing yang longsor dengan tanah yang dimasukkan ke dalam karung plastik. BPBD sudah memberikan bantuan logistik,” katanya. (ady/din/mg1)