JOGJA – PSIM menjajal delapan pemain yang lolos seleksi dengan uji coba melawan tim Liga 3 DIJ, UAD FC di Stadion Dwi Windu, Bantul, Kamis (15/3). Hendika Arga dkk menang dengan skor 4-2. Gelontoran golPSIM dilesakkan oleh Supriyadi yang memborong dua gol, serta masing-masing satu gol sumbangan dari Crah Eka Angger serta Riskal Susanto.

Nama terakhir sampai di Jogja setelah sebelumnya sempat menjajal peruntungan di Borneo FC. Meskipun menang, hasil akhir bukan jadi patokan pelatih. Juru racik strategi PSIM Erwan Hendarwanto mengatakan, karakter main PSIM sebelumnya belum terlihat dalam pertandingan tersebut.

“Permainan yang kami harapkan masih belum sesuai. Namun saya rasa ini masih wajar karena baru pertama melakoni laga ujicoba. Ini pun sebatas conditioning setelah anak-anak seleksi. Bisa jadi karena fisiknya menurun tiga hari seleksi,” katanya.

Selanjutnya Erwan mengatakan, fisik pemain akan digembleng di bawah arahan pelatih fisik Bagyo Irianto. Menurutnya baik pemain lama maupun baru memiliki kondisi fisik yang hampir serupa.

Namun di sisi lain, aliran bola dari lini ke lini sudah mulai terlihat. Hal itu menurutnya akan terus meningkat seiring dengan kekompakan pemain yang nantinya terus terjalin. “Tentu kalau bicara soal tim, kebersamaannya perlu dibangun lagi karena itu butuh proses juga,” imbuhnya.

Melihat sekilas permainan yang ditampilkan pemain yang dimiliki, Erwan kemungkinan masih akan mencari pemain tambahan. Namun pihaknya masih menunggu proses negosiasi delapan pemain dengan manajemen.

“Rencananya ada pemain tambahan yang akan kami datangkan. Posisi striker, memang belum terlihat ketajamannya. Ya ini tidak bisa langsung jadi patokan. Akan kami latih perlahan,” ungkapnya.

PSIM juga sudah kedatangan pemain lama yang masuk rekomendasi, yakni Riskal Susanto. Pemain yang sempat menjalani seleksi bersama Pusamania Borneo FC tersebut, memang sudah menjalin komunikasi untuk merapat. “Kami masih menunggu kepastian lewat nego dulu. Semoga 20 pemain yang ada ini deal semua, sehingga tidak perlu cari pengganti terlalu banyak,” jelasnya. (riz/din/mg1)