KEBERSAMAAN (DWI AGUS ARYANTO/RADAR JOGJA)

DEKAN FKG UGM Dr drg Ahmad Syaify, Sp.Perio (K) memandang format reuni akbar kali ini tepat. Keterlibatan alumni sebagai garda terdepan mampu mengemas format acara lebih menarik. Tidak hanya acararesmi, namun ribuan memorable bisa dikenang kembali dalam acara ini.

Dia mengungkapkan, pertemuan antaralumni memiliki kisah menarik. Mulai dari mengenang kisah masa lalu hingga terjalinnya komunikasi. Tidak sedikit di antaranya justru menjadi inspirasi bagi sesamanya atau angkatan yang lebih muda.

“Kalau kami tentu ada keterbatasan, tapi saat dikelola

BAHAGIA (DWI AGUS ARYANTO/RADAR JOGJA)

alumni bisa lebih heboh. Kesannya bukan lagi sebagai mahasiswa namun alumni yang tidak lagi memandang angkatan,” jelasnya.

Mantan Direktur RSGM Prof Soedomo FKG UGM ini berharap komunikasi intens terus terjalin. Terlebih setiap personal memiliki kisah sukses yang berbeda. Ada yang menjadi direktur di rumah sakit hingga memegang jabatan sebagai kepala dinas kesehatan.

Persinggungan-persinggungan inilah yang tidak bisa ditemui dalam kegiatan sehari hari. Akreditasi fakultas juga dipengaruhi oleh jejak rekam para alumninya. Dia

KEBERSAMAAN (FKG UGM FOR RADAR JOGJA)

mencontohkan, alumni UGM secara umum yang beberapa di antaranya telah mengabdi pada negara.

“Peran alumni di lapangan mampu mengevaluasi program yang berjalan di fakultas. Perannya terhadap lingkungan dan masyarakat sangatlah penting. Ada masa bertukar pikiran, bahkan saat melepas dokter gigi baru, kami selalu mengundang alumni untuk memberi motivasi,” ujarnya.

Pertautan antaralumni tidak hanya sekadar pertemanan. Tidak sedikit telah menjalin kerja sama secara profesional. Baik itu penempatan di rumah sakit hingga membantu mutu kesehatan gigi di seluruh daerah Indonesia.

“Alumni sebagai sebuah entitas baru sekarang ini diwujudkan dalam reuni akbar. Kesinambungan ini bisa berjalan apabila hubungan baik antara alumni dan fakultas terus terjaga,” katanya.

Berdiri sejak 5 Maret 1948 FKG UGM sejatinya memiliki alumni yang sangat banyak. Ahmad Syaify memprediksi jumlah alumni yang hadir belum ada 50 persen. Dia optimistis jumlah partisipan reuni akbar akan terus bertambah ke depannya.

“Masuk dalam Dies ke-70 dan lustrum ke-14, masih sangat mungkin bisa bertambah lagi jumlahnya. Benar-benar merajut alumni sedulur sak lawase. Momentum reuni merupakan pertautan hati yang perlu dirawat oleh semua keluarga FKG UGM,” jelasnya. (*/dwi/ila/mg1)