GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

JOGJA – Ditetapkannya Jogjakarta sebagai kawasan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) oleh pemerintah pusat mulai menuai dampak positif. Sebanyak 15 investor asing berniat melebarkan sayap dengan membuka bisnis di DIJ. Mereka berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Korea. Kamis (15/3) mereka menemui Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X untuk membicarakan peluang bisnis di Jogjakarta.

“Mereka (investor asing, Red) tertarik berinvestasi di sejumlah sektor, seperti life style, teknologi digital, properti, pariwisata, hospitaly, dan finansial,” ungkap Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya usai mendampingi para investor asing menemui HB X Kamis (15/3).

Menurut Swajaya, kehadiran para investor tersebut untuk mengetahui lebih jauh, sekaligus melihat peluang investasi di Jogjakarta. Mereka menganggap Jogjakarta memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Khusus bidang teknologi digital dan pariwisata, lanjut Swajaya, Jogjakarta dinilai memiliki sumber daya talenta yang lebih baik dibandingkan daerah lain. Sedangkan bidang properti, hadirnya bandara baru dan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Borobudur dan Prambanan menjadi daya tarik utama.

Dari empat delegasi yang hadir, menurut Swajaya, investor asal Singapura berpeluang paling besar untuk merealisasikan investasinya dalam waktu dekat.

“Di bidang pariwisata dan perhotelan nilai investasi dari Singapura di Indonesia mencapai setengah miliar USD,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Aileron Capital Singapura Keith Tan mengatakan, sumber daya dunia pariwisata dan kemampuan sumber daya manusia selalu menjadi daya tarik bagi investor. Menurutnya, Jogjakarta memiliki potensi itu. Makanya, dia berencana sesegera mungkin menyusun langkah konkret untuk investasi teknologi digital di Jogjakarta. (bhn/yog/mg1)