BANTUL – Lurah Desa Temuwuh Suradi mengapresiasi respons Pemkab Bantul maupun Pemprov DIJ. Dalam hitungan hari, terputusnya akses jalur wisata di Jalan Patuk-Dlingo persisnya di Dusun Klepu, Temuwuh, Dlingo langsung tertangani.

“Nggak sampai seminggu sudah diperbaiki,” ucap Suradi saat dihubungi Rabu (14/3).

Sebagaimana diketahui, gorong-gorong yang melintang di bawah Jalan Patuk-Dlingo sejak Kamis (8/3) jebol. Puncaknya akhir pekan lalu. Akibatnya, jalur wisata ke Dlingo dari arah Patuk terputus sehingga rombongan wisatawan dengan bus besar harus memutar hingga sekitar hingga sembilan kilometer.

Suradi melihat usia gorong-gorong yang menampung aliran air dari Dusun Tekik dan Klepu ini sudah berusia uzur. Dibangun sekitar 30 tahun lalu. Tapi, bangunan gorong-gorong ini jarang tersentuh perbaikan. Walaupun ruas Jalan Patuk-Dlingo kerap diperbaiki. “Memang waktunya diganti,” ucapnya.

Menurutnya, perbaikan dimulai Selasa (13/3) lalu. Bahkan, satu unit alat berat diterjunkan untuk mempercepat proses penanganan. Konstruksi gorong-gorong diganti baru. Dengan sentuhan perbaikan, jalur ini kendaraan roda empat ke atas kini dapat melintas kembali. Dengan begitu, aktivitas pariwisata, perekonomian, pemerintahan hingga pendidikan di wilayah Dlingo kembali berjalan normal. “Fungsinya sangat vital,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul mengungkapkan, perbaikan ditangani Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM). Sebab, jalan Patuk-Dlingo merupakan jalan provinsi. “Begitu kemarin ada laporan (kerusakan) langsung kami teruskan,” katanya. (zam/ila/mg1)