BACA BUKU JADI ASYIK: Suasana di Perpustakaan SMKN 1 Seyegan, Sleman. Perpustakaan ini terdiri dari IT Corner dan ruang baca ala kafe. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)DWI AGUS/RADAR JOGJA

SLEMAN – Perpustakaan sekolah menjadi salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan. Perpustakaan tidak sekadar ruang baca, namun pendukung kuat pembelajaran di kelas. Karena itulah, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Seyegan, Sleman, mengembangkan perpustakaan sekolah yang dekat dengan siswa.

“Konsep kami mengembangkan perpustakaan yang menyenangkan,” ujar Kepala SMKN 1 Seyegan Esti Wuryastuti Rabu (14/3).

Untuk menarik minat agar siswa merasa senang di perpustakaan sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas pendukung yang lengkap. Ruangan juga dibuat nyaman.

Salah satu fasilitas favorit yang diminati siswa adalah IT Corner. Tak sedikit siswa memanfaatkan fasilitas ini saat jam istirahat maupun pulang sekolah. Fasilitas internet sarana yang dibutuhkan siswanya. “Tidak zamannya lagi perpustakaan sekolah membosankan,” kata Esti.

Sebagai gambaran, perpustakaan SMKN 1 Seyegan terdiri dua lantai. Ruang koleksi dan baca ada di lantai satu. Koleksi buku tergolong lengkap. Ada sebanyak 3.100 judul dan 5.200 eksemplar buku. Tidak semuanya berupa buku pelajaran. Di beberapa rak terdapat novel, buku seni kreasi hingga majalah dengan konten ringan.

Ruang baca juga ada di lantai dua. Bedanya dibuat format kafe dan lesehan. Tersedia juga gazebo. Selain literasi buku, ada juga ruang audio visual dan panggung ekspresi. Semua fasilitas itu bukan hanya untuk meningkatkan minat baca. Lebih dari itu, Esti ingin juga menampung kreativitas siswanya. Jam layanan perpustakaan sekolah mulai pukul 07.00-17.00.

Selain mendorong siswanya rajin mengunjungi perpustakaan sekolah, Esti juga mengembangkan budaya literasi. Setiap hari sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM), diawali dengan membaca aneka bacaan di luar buku pelajaran. Kegiatan literasi ini berlangsung selama 15 menit.

SMKN 1 Seyegan tergolong sekolah dengan jumlah siswa yang tidak sedikit. Sekolah ini punya 1296 peserta didik. Dengan fasilitas yang komplit itu, perpustakaan SMKN 1 Seyegan termasuk yang mendapatkan penilaian melalui akreditasi yang dilakukan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY.

Penilaian dilakukan kemarin oleh tim assessor Nur Cahyono dan Darwanto. Penilaian di perpustakaan SMKN 1 Seyegan dilakukan mulai pukul 15.00-18.00. Kepala Sub Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan BPAD DIY Dewi Ambarwati mengatakan akreditasi perpustakaan sekolah terbagi dalam dua kelompok. Perpustakaan SMKN 1 Seyegan masuk dalam kelompok I. Ada sebanyak sepuluh sekolah yang masuk kelompok I. Sembilan perpustakaan sekolah lainnya meliputi SD Muhammadiyah Condongcatur, Sleman, SD Muhammadiyah Sleman. (*/dwi/kus/mg1)