PURWOREJO-Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mengembangkan kawasan objek (obwis) Gua Seplawan mendapat dukungan Komisi C DPRD Purworejo. Penataan ini dalam rangka menjadikan kawasan Seplawan sebagai pintu wisatawan yang memanfaatkan jalur Bedah Menoreh untuk mengunjungi destinasi wisata di Purworejo.

Kawasan yang akan dibangun adalah milik Pemkab Purworejo seluas 2.000 meter persegi di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing yang berbatasan langsung dengan wilayah Kulonprogo. Lokasi yang selama ini disebut Watu Pecah dan berupa perbukitan akan disulap menjadi taman dengan menjual view panorama alam.”Rencana pembangunannya akan dilakukan mulai 2019 nanti,” jelas Ketua Komisi C DPRD Purworejo Muh Dahlan, Rabu (14/3).

Dahlan menilai jika lokasi yang akan dikembangkan cukup menarik dan memiliki nilai jual. Pihaknya siap memberikan support terhadap pengembangan tersebut dan diharapkan bisa mengangkat tingkat kunjungan wisatawan ke Seplawan dan Purworejo pada umumnya. “Sebelumnya pemkab telah membangun jalan tembus sepanjang lebih dari 750 meter. Ini sudah ditindaklanjuti dari Pemkab Kulonprogo yang juga akan menghubungkan jalan tersebut,” tambahnya.

Terkait jalan itu, Dahlan berharap pemkab bisa melangkah lebih dengan mencari dana ke pusat atau provinsi untuk pelebarannya. Melihat pembukaan jalan yang telah dilakukan Kulonprogo, tampaknya jalan yang akan dibangun cukup luas sementara jalan tembus di Purworejo relatif masih sempit. “Kami akan mendorong agar jalan itu bisa lebih diperlebar sehingga kendaraan roda empat tidak akan kesulitan saat berpapasan,” kata Dahlan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo Agung Wibowo mengungkapkan jika pengembangan kawasan Seplawan utamanya di kawasan Watu Pecah memang diarahkan untuk menangkap peluang adanya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Lokasinya cukup dekat dengan jalur bedah menoreh dan akan menjadi pintu masuk ke Seplawan.”Gambar perencanaanya sudah jadi,” jelas Agung. (udi/din/mg1)