JOGJA – Sekitar 108 warga memenuhi salah satu ruangan di Puskesmas Gondokusuman I. Mereka mengikuti deteksi dini penyakit mata glaukoma yang diadakan RS Mata dr Yap. Dari warga yang diperiksa terdapat 12 orang yang didiagnosa terkena glaukoma. Salah satunya bahkan diketahui didiagnosa terkena glaukoma yang sangat khas.

“Sangat khas karena kondisinya sudah sangat lanjut, keluarganya kami sarankan memeriksakan diri supaya tidak seperti bapaknya,” ujar Dokter Spesialis Mata Subdivisi RS Mata dr Yap dr Erin Arsianti SpM Msc Rabu (14/3).

Menurut Erin, jika ada anggota keluarga yang didiagnosa terkena glaukoma semua anggota keluarganya disarankan untuk memeriksakan diri. Dengan penanganan sejak dini, risiko kebutaan bisa dicegah. Untuk pengobatannya, pilihannya hanya dengan mengonsumsi obat seumur hidup atau dengan operasi. “Kalau kondisi ekonomi tidak mampu, rumah jauh atau penderita sudah tua kita sarankan lebih baik langsung dioperasi,” ujarnya

Erin menambahkan untuk 12 pasien yang didiagnosa terkena glaukoma akan diperiksa lebih lanjut. Menurut dia, pasien yang sudah terkena glaukoma tidak bisa disembuhkan, tapi maksimal mempertahankan kondisi penglihatannya saat itu.

Untuk deteksi dini, lanjut Erin, pihaknya sudah melatih dokter umum dan kader di Puskesmas Gondokusuman I, sejak beberapa tahun lalu sebagai Puskesmas binaan. Untuk Puskesmas binaan berikutnya sudah disiapkan di Puskesmas Gondokusuman II dan Puskesma Jetis. Deteksi dini kemarin merupakan pengalaman pertama para dokter umum dan kader memeriksa, meski masih didampingi dokter dari RS Mata dr Yap.

Dokter Unit Pelayanan Umum Puskesmas Gondokusuman I dr Dewi Sriyati Roslim mengatakan, di Puskesmas hanya bertugas melakukan pemeriksaan hingga mendiagnosa penyakit mata. Untuk pengobatannya akan dirujuk ke RS sesuai dengan sistem rujukan BPJS Kesehatan. Menurut dia untuk pasien dengan keluhan glaukoma tidak setiap hari ada.

“Paling sebulan dua sampai tiga orang, kalau ada keluhan kami periksa di pelayanan umum dan lansia oleh dokter umum apakah ada arah glaukoma,” jelasnya. (pra/cr4/ila/mg1)